Jurnal Ekonomi Teknologi & Bisnis (JETBIS)

Volume 1, Number 4, Desember 2022 p-ISSN 2964-903X; e-ISSN 2962-9330

 

Perputaran Modal Kerja Dan Current Ratio Terhadap

Return On Asset Pada  PT. Wilmar Cahaya Indonesia Tbk Periode 2012-2021

 

Muhamad Irfan1, Aria Aji Priyanto2

Universitas Pamulang Indonesia

Muhamadirfan223344@gmail.com

 

 

ARTIKEL INFO:

Diterima:

27 Desember 2022

Direvisi:

26 Desember 2022

Disetujui:

26 Desember 2022

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Perputaran Modal Kerja dan Current Ratio terhadap Return On Asset pada PT. Wilmar Cahaya Indonesia Tbk. Periode 2012 – 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan jenis penelitian metode asosiatif kuantitatif. Dengan data sekunder diperoleh melalui laporan keuangan yang didapat dari PT. Wilmar Cahaya Indonesia Tbk dari website www.wilmarcahayaindonesia.com dan www.idx.co.id . Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda, uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, uji multikolinieritas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi, uji determinasi (R Square), pengujian signifikan meliputi uji statistic t dan uji F. Hasil penelitian ini berdasarkan hasil uji t atau secara parsial (sendiri-sendiri) untuk variabel Perputaran Modal Kerja (X1). Berdasarkan hasil maka dapat disimpulkan bahwa Perputaran Modal Kerja tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Return On Asset. Pada variabel Current Ratio (X2), berdasarkan hasil maka dapat disimpukan bahwa Current Ratio secara parsial tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Return On Asset. Secara simultan Perputaran Modal Kerja dan Current Ratio tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Return On Asset.

Kata kunci: Perputaran Modal Kerja, Current Ratio dan Return On Asset

 

ABSTRACT

This study aims to determine the effect of Working Capital Turnover and Current Ratio on Return On Assets at PT. Wilmar Cahaya Indonesia Tbk. Period 2012 – 2021. The research method used is a quantitative method with the type of quantitative associative research method. With secondary data obtained through financial reports obtained from PT. Wilmar Cahaya Indonesia Tbk from the websites www.wilmarcahayaindonesia.com and www.idx.co.id. This study uses multiple linear regression analysis, classical assumption test which includes normality test, multicollinearity test, heteroscedasticity test, and autocorrelation test, determination test (R Square), significant test includes statistical t test and F test. The results of this study are based on the results of the t test or partially (individually) for the Working Capital Turnover variable (X1). Based on the results, it can be concluded that working capital turnover has no significant effect on return on assets. In the variable Current Ratio (X2), based on the results it can be concluded that the Current Ratio partially does not significantly influence Return On Assets. Simultaneously Working Capital Turnover and Current Ratio have no significant effect on Return On Assets.

Keywords: Working Capital Turnover, Current Ratio and Return On Assets

 

 

 

 

PENDAHULUAN

Perusahaan didirikan dengan tujuan untuk memperoleh laba dan juga untuk menjaga kelangsungan hidup perusahaan. Hal ini tentunya terkait dengan rangkaian kejadian yang berisikan tentang pengoptimalisasian operasional suatu perusahaan. Seringkali perusahaan hanya mengharapkan keuntungan, namun tidak sedikit pula perusahaan yang tidak memperhatikan tingkat risiko yang akan didapat. Return On Asset (ROA) atau hasil pengembalian atas aset merupakan rasio yang menunjukkan seberapa besar konstribusi aset dalam menciptakan laba bersih. Dengan kata lain, rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa besar jumlah laba yang akan dihasilkan dari setiap rupiah dana yang tertanam dalam total aset. Rasio ini dapat dihitung dengan membagi laba bersih terhadap total aset. Semakin tinggi hasil Return On Asset (ROA) berarti semakin tinggi pula jumlah laba bersih yang dihasilkan dari setiap rupiah dana yang tertanam dalam total aset. Sebaliknya, semakin rendah hasil Return On Asset (ROA) berarti semakin rendah pula jumlah laba bersih yang dihasilkan dari setiap rupiah dana yang tertanam dalam total asset (Eden & Nurfadillah, 2021).

Modal kerja merupakan masalah pokok dan topik yang sangat penting yang sering dihadapi perusahaan karena untuk melakukan kegiatan perusahaan selalumembutuhkan dana. Kebutuhan dana tersebut digunakan untuk membiayai kebutuhan investasi maupun memenuhi kebutuhan operasional sehari-hari. Pengelolaan modal kerja merupakan hal yang sangat penting karena meliputi pengambilan keputusan mengenai jumlah dan komposisi aktiva lancar dan bagaimana membiayai aktiva tersebut. Selanjutnya ada yang disebut dengan perputaran modal kerja (working capital turnover) yang merupakan bagian dari rasio aktivitas. Perputaran modal kerja merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur keefektifan modal kerja yang dimiliki perusahaan dalam menghasilkan penjualan (Indriyo, 2008).

 

METODE PENELITIAN

Berdasarkan jenis data kuantitatif dengan sifat asosiatif yang digunakan oleh penelitian. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif. Menurut (Tukiran, Ariffin, & Ghani, 2016) metode penelitian kuantitatif merupakan metode penelitian yang data-datanya dinyatakan dalam bentuk angka. Sifat pada penelitian ini adalah asosiatif. Menurut (Sugiyono, 2014) penelitian asosiatif adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih, mencari peranan, pengaruh, dan hubungan yang bersifat sebab-akibat, yaitu antara variabel bebas (independent) dan variabel terikat (dependent).

HASIL DAN PEMBAHASAN

PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk adalah suatu perseroan terbatas yang bergerak di bidang pengolahan minyak nabati dan minyak nabati spesialitas yang digunakan untuk industri makanan dan minuman. Produk-produk yang dihasilkan yaitu minyak kelapa sawit beserta produk-produk turunannya, minyak tengkawang dan minyak nabati spesialitas. Selain itu Perusahaan juga bergerak dalam usaha bidang perdagangan lokal, ekspor, impor (Harmono, 2014).

A. Analisis Deskriptif

Analisis deskriptif mengemukakan gambaran umum mengenai data, dimana penulis dapat mengemukakan informasi rill mengenai data yang digunakan (Prihadi, 2019).

1.   Perhitungan Return On Asset (ROA)

Return On Asset adalah rasio yang digunakan oleh perusahaan untuk mengetahui sejauh mana perusahaan tersebut dapat memperoleh laba bersih dalam periode tertentu atau dalam satu periode (Noor, 2016).

2.   Perhitungan Perputaran Modal Kerja (PMK)

Perputaran Modal Kerja (Working Capital Turnover) adalah kemampuan yang dimilki oleh suatu perusahaan dalam mengelola modal kerja dan seberapa efektif perputaran modal kerja diperusahaan digunakan dalam suatu periode atau dalam periode tertentu (Furqon, 2019).

3.   Perhitungan Current Ratio (CR)

Current Ratio yaitu kemampuan yang dimiliki oleh suatu perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya yang dimana akan segera jatuh tempo dan perusahaan membayar kewajibannya dengan asset lancar yang dimiliki (Dewi & Rahayu, 2016).

 

Tabel 1

Hasil Uji Deskriptif

Descriptive Statistics

 

N

Minimum

Maximum

Mean

Std.Deviation

Perputaran Modal Kerja

10

3.65

75.95

13.5310

22.04659

Current Ratio

10

102.71

511.30

294.4580

167.30081

Return On Asset

10

3.19

17.51

9.3370

4.51541

Valid N ( listwise)

10

 

 

 

 

Sumber: Output SPSS 26

 

B.  Uji Asumsi Klasik

1.   Uji Normalitas

Uji normalitas dapat dilakukan untuk melihat apakah suatu data terdistribusi secara normal atau tidak. Tujuan uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah dalam model regresi variabel pengganggu atau residual berdistribusi normal. Cara untuk mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau tidak dalam penelitian ini adalah dengan 2 cara yaitu P-Plot dan Kolomogrov-Smirnov test (Ginting, 2018).

 

Tabel 2

Uji Kolmogorov Smirnov

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

 

Unstandardized Residual

N

10

Normal parametersa,b

Mean

.0000000

Std.Deviation

3.87689945

Most extreme differences

Absolute

.259

Positive

.259

negative

-.122

Test statistic

.259

Asymp. Sig (2-tailed)

.055

a.     Test distribution is normal

b.     Calculated from data

c.     Lilliefors singnificance correction

Sumber: Output SPSS 26

C. Uji Multikolinieritas

Uji Multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Model regresi yang baik semestinya tidak tidak terjadi korelasi diantara variabel independen. Cara mendeteksi ada tidaknya Multikolonieritas yaitu dengan cara memperhatikan angka variance inflation factor (VIF) dan tolerance (Gumilar, 2019).

Tabel 3

Uji Multikolinieritas

Coefficientsa

model

Unstandardized coefficients

Standardized coefficients

t

sig

Collinearity statistics

B

Std. Error

Beta

tolerance

VIF

1

(constant)

6.338

3.814

 

1.662

.140

 

 

Perputaan modal kerja

-.029

.076

-.144

-.389

.709

.768

1.301

 

Current ratio

.012

.010

.428

1.155

.286

.768

1.301

a. Dependent variable : return on asset

Sumber: Output SPSS 26

 

D. Uji Heterokedastisitas

Menurut (Ghozali, 2018) uji heteroskedastisitas bertujuan mneguji apakah dalam sebuah model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain.

 

Sumber: Output SPSS 26

 

E.  Uji Autokorelasi

Pengujian autokorelasi suatu model bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya korelasi antara variabel pengganggu pada periode tertentu dengan variabel sebelumnya (Akram, Basuki, & Budiarto, 2017) Untuk data time series autokorelasi sering terjadi, sedangkan untuk data yang sampelnya crossection jarang terjadi karena variabel pengganggu satu berbeda dengan yang lain.

 

 

Tabel 4

Uji Autokorelasi

Model summaryb

model

R

R Square

Adjusted R Square

Std.Error of the estimate

Durbin-watson

1

.513a

.263

.052

4.39599

2.218

a.     Predictors : (constant), current ratio, perputaran modal kerja

b.     Dependent variable : return on asset

Sumber: Output SPSS 26

 

F.  Uji Regresi Linear Sederhana

Analisis regresi linear sederhana digunakan untuk melihat ada tidaknya pengaruh dari variabel Perputaran Modal Kerja (X1) dan Current Ratio (X2) terhadap Return On Asset (Y) (Pratama & Sofia, 2018). Adapun hasil analisis regresi linear sederhana yang dihitung menggunakan software system SPSS versi 26 sebagai berikut:

Tabel 5

Regresi Linear Sederhana X1 terhadap Y

Coefficientsa

model

Unstandardized coefficients

Standardized coefficients

t

sig

B

Std.error

Beta

1.

(constant)

10.306

1.690

 

6.099

.000

 

 

-.072

.068

-.350

-1.056

.322

a.dependent variable: return on asset

Sumber: Output SPSS 26

 

Tabel 6

Regresi Linear Sederhana X2 terhadap Y

Coefficientsa

Model

Unstandardized coefficients

Standardized coefficients

t

sig

B

Std.error

Beta

1

(constant)

5.388

2.770

 

1.945

.088

 

Current ratio

.013

.008

.497

1.619

.144

a.     Dependent variable : return on asset

Sumber: Output SPSS 26

 

G. Uji Regresi Linear Berganda

Menurut (Sunyoto, Saputro, & Suwahyo, 2016) analisis ini digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh-pengaruh variabel bebas yaitu perputaran modal kerja dan current ratio terhadap variabel terkait yaitu return on assets. Besarnya pengaruh perputaran modal kerja dan current ratio terhadap return on assets secara bersama-sama dapat dihitung melalui suatu persamaan regresi berganda.

 

 

 

 

Tabel 7

Uji Regresi Linear Berganda

Coefficientsa

Model

Unstandardized coefficients

Standardized coefficients

t

sig

B

Std.error

Beta

(constant)

6.338

3.814

 

1.662

.140

Perputaran modal kerja

-.029

.076

-.144

-.389

.709

Current ratio

.012

.010

.428

1.155

.286

a.    Dependent variable : return on asset

Sumber: Output SPSS 26

 

H.  Uji Koefisien Determinasi

Menurut (Ghozali, 2018) menyatakan bahwa koefisien determinasi digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam rangka menerangkan variasi variabel dependen.

 

Tabel 8

Hasil Uji Koefisien Determinasi secara Parsial Variabel PMK (X1) terhadap ROA (Y)

Model summary

Model

R

R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the estimate

1

.350a

.122

.012

4.48681

a.predictors: (constant).perputaran modal kerja

Sumber: Output SPSS 26

 

Tabel 9

Hasil Uji Koefisien Determinasi secara Parsial Variabel CR (X2) terhadap ROA (Y)

Model summary

Model

R

R Square

Adjusted R Square

Std.Error of the estimate

1

.497a

.247

.153

4.15630

a.     Predictors : (constat). Current ratio

Sumber: Output SPSS 26

 

Tabel 10

Hasil Uji Koefisien Determinasi secara Simultan Variabel PMK (X1) dan CR (X2) terhadap ROA (Y)

Model Summary

model

R

R square

Adjusted R Square

Std. Error of the estimate

1

.513a

.263

.052

4.39599

a.     Predictors: (constant),current ratio,perputaran modal kerja

Sumber: Output SPSS 26

 

I.   Uji t (Parsial)

Menurut (Ghozali, 2018) pengujian regresi secara parsial (uji t) bertujuan untuk menguji pengaruh dari masing-masing variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen.

 

Tabel 11

Hasil Uji t

Coefficientsa

model

Unstandardized coefficients

Standardized coefficients

t

sig

B

Std.Error

Beta

1

(constant)

6.338

3.814

 

1.662

.140

Perputaran modal kerja

-.029

.076

-.144

-.389

.709

Current ratio

.012

.010

.428

1.155

.286

a.Dependent variable: return on asset

Sumber: Output SPSS 26

 

J.   Uji f (Simultan)

Menurut (Ghozali, 2018) pengujian signifikansi simultan (uji F) dilakukan untuk menunjukkan apakah semua variabel independen yang digunakan dalam model regresi mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen dengan tingkat signifikan 5%. Uji F statistik digunakan untuk membuktikan ada pengaruh antara variabel dependen secara simultan.

 

Tabel 12

Hasil Uji f

ANOVAa

model

 

Sum of squares

df

Mean square

F

Sig

1

regression

48.227

2

24.114

1.248

.344b

residual

135.273

7

19.325

 

 

total

183.501

9

 

 

 

a.     Dependent varible: return on asset

b.     Predictors : (constant), current ratio, perputaran modal kerja

Sumber: Output SPSS 26

 

K. Pengaruh Perputaran Modal Kerja terhadap Return On Asset

Hipotesis pertama (H1) yang telah dilakukan dalam penelitian ini adalah perputaran modal kerja tidak berpengaruh terhadap Return On Assset. Berdasarkan tabel 4.10 menunjukan bahwa nilai thitung sebesar -0.389 dan signifikansi 0.709, Dengan tingkat kesalahan yang digunakan t-tabel sebesar 2.365. Sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai thitung lebih kecil dari tabel (-0.389 < 2.365) dan nilai signifkansi lebih besar dari 0.05 (0.709 > 0.05). Berdasarkan hasil perbandingan tersebut dapat diindikasikan bahwa Hol diterima dan Ha1 ditolak yaitu Perputaran Modal Kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap Return On Assets (Priharyanto, Prasetiono, & Mawardi, 2009).

L.  Pengaruh Current Ratio terhadap Return On Asset

Return On Assets Hipotesis kedua (H2) yang telah dilakukan dalam penelitian ini adalah Current Ratio berpengaruh terhadap Return On Assets. Berdasarkan tabel 4.10 menunjukan bahwa nilai t-hitung sebesar 1.155 dan signifikansi 0.286. Dengan tingkat kesalahan yang digunakan tabel sebesar 2.365. Sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai thitung lebih kecil dari ttabel (1.155 < 2.365) dan nilai signifkansi lebih besar dari 0,05 (0,286 > 0.05). Berdasarkan hasil perbandingan tersebut dapat diindikasikan bahwa Ho2 diterima dan Ha2 ditolak yaitu Current Ratio tidak berpengaruh secara parsial terhadap Return On Assets (Priyanto, 2019).

M.Pengaruh Perputaran Modal Kerja dan Current Ratio terhadap Return On Asset

Hipotesis ketiga (H3) yang telah dilakukan dalam penelitian ini adalah Perputaran Modal Kerja dan Current Ratio berpengaruh terhadap Return On Assets. Berdasarkan tabel 4.15 menunjukan bahwa nilai thitung sebesar 1.248 dan signifikansi 0.344. Dengan tingkat kesalahan yang digunakan t-tabel sebesar 4.46. Sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai thitung lebih kecil dari t-tabel (1.248 < 4.46) dan nilai signifkansi lebih besar dari 0,05 (0,344 > 0.05). Berdasarkan hasil perbandingan tersebut dapat diindikasikan bahwa Ho3 diterima dan Ha3 ditolak yaitu Peputaran Modal Kerja dan Current Ratio tidak  berpengaruh secara simultan terhadap Return On Assets.

 

KESIMPULAN

Peneliti melakukan pembahasan pokok untuk mengetahui apakah Perputaran Modal Kerja dan Current Ratio berpengaruh terhadap Return On Assets berdasarkan data dari PT. Wimar Cahaya Indonesia Tbk selama kurun waktu 10 tabun dari tahun 2012 sampai dengan 2021. Penelitian ini dilihat berdasarkan hasil analisis data, pengujian hipotesis dan pembahasan dari uraian bab-bab sebelumnya. Perputaran modal kerja tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap Return On Asset. Perputaran modal kerja yang tinggi bukan berarti perusahaan mengalami keuntungan atau kerugian. Current Ratio tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap Return On Asset. Current Ratio meningkat dikarenakan perusahaan mampu mengoptimalkan modal kerja untuk menjalankan kegiatan operasionalnya yang akan berdampak pada meningkatnya laba. Perputaran Modal Kerja dan Current Ratio secara simultan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap Return On Asset.

 

DAFTAR PUSTAKA

Akram, H., Basuki, Prayitno, & Budiarto, H. (2017). Pengaruh Mekanisme Corporate Governance, Kualitas Audit, Ukuran Perusahaan Dan Leverage Terhadap Integritas Laporan Keuangan. Jurnal Aplikasi Akuntansi, 2(1), 95. Google Scholar

 

Dewi, Lisnawati, & Rahayu, Yuliastuti. (2016). Pengaruh Perputaran Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Perusahaan Manufaktur Di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Ilmu Dan Riset Akuntansi (Jira), 5(1). Google Scholar

 

Eden, Eden, & Nurfadillah, Mursidah. (2021). Analisis Pengaruh Perputaran Modal Kerja Dan Likuiditas Terhadap Profitabilitas Pada Perusahaan Sub Sektor Kosmetik Yang Terdaftar Di Bei. Borneo Student Research (Bsr), 2(2), 1372–1379. Google Scholar

 

Furqon, Moh Amir. (2019). Perputaran Modal Kerja Guna Mengukur Tingkat Rentabilitas Koperasi. Jurnal Manajemen Dan Bisnis Indonesia, 5(1), 75–84. Google Scholar

 

Ghozali, Imam. (2018). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program Ibm Spss 25. Google Scholar

 

Ginting, Wenny Anggeresia. (2018). Analisis Pengaruh Current Ratio, Working Capital Turnover, Dan Total Asset Turnover Terhadap Return On Asset. Valid: Jurnal Ilmiah, 15(2), 163–172. Google Scholar

 

Gumilar, Angga. (2019). Analisis Perputaran Modal Kerja Dan Current Ratio Terhadap Return On Asset. Jurnal Edukasi (Ekonomi, Pendidikan Dan Akuntansi), 7(1), 19–28. Google Scholar

 

Harmono, Manajemen Keuangan Berbasis Balanced Secorecard. (2014). Pendekatan Teori. Kasus, Dan Riset Bisnis Jakarta: Pt Bumi Aksara. Google Scholar

 

Indriyo, Gitosudarmo. (2008). Pengantar Bisnis Edisi 9. Yogyakarta: Bpfe. Irham, F.(2014). Manajemen Strategis. Bandung: Alfabeta. Google Scholar

 

Noor, Akhmad Syafrudin. (2016). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan Perusahaan Telekomunikasi Yang Go Public Di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Manajemen Dan Akuntansi, 12(1). Google Scholar

 

Pratama, Marita Indah Sari, & Sofia, Myrna. (2018). Pengaruh Current Ratio, Debt To Total Asset Ratio, Dan Net Profit Margin Terhadap Financial Distress Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (Bei) Periode 2011-2014. Bahtera Inovasi, 2(1), 1–10. Google Scholar

 

Prihadi, Toto. (2019). Analisis Laporan Keuangan. Gramedia Pustaka Utama. Google Scholar

 

Priharyanto, Budi, Prasetiono, Prasetiono, & Mawardi, Wisnu. (2009). Analisis Pengaruh Current Ratio, Inventory Turnover, Debt To Equity Ratio, Dan Size Terhadap Profitabilitas. Undip: Fakultas Ekonomika Dan Bisnis. Google Scholar

 

Priyanto, Aria Aji. (2019). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Return On Assets (Roa). Jurnal Ilmu Manajemen, 9(1), 64–75. Google Scholar

 

Sugiyono, Melina. (2014). Pengaruh Tekanan, Kesempatan, Rasionalisasi, Motivasi Dan Faktor Genetika Terhadap Terjadinya Fraud (Studi Empirik Pada Klien Kantor Akuntan Publik Big Four). Universitas Tarumanagara. Google Scholar

 

Sunyoto, Sunyoto, Saputro, Danang Dwi, & Suwahyo, Suwahyo. (2016). Pengolahan Sampah Organik Menggunakan Reaktor Biogas Di Kabupaten Kendal. Rekayasa: Jurnal Penerapan Teknologi Dan Pembelajaran, 14(1), 29–36. Google Scholar

 

Tukiran, Julia Md, Ariffin, Jamel, & Ghani, Abdul Naser Abdul. (2016). Cooling Effects Of Two Types Of Tree Canopy Shape In Penang, Malaysia. Geomate Journal, 11(24), 2275–2283. Google Scholar

 

 

 

 


licensed under a

Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License