https://jetbis.al-makkipublisher.com/index.php/al/index
158
Jurnal Ekonomi Teknologi & Bisnis (JETBIS)
Volume 1, Number 4, Desember 2022
p-ISSN 2964-903X; e-ISSN 2962-9330
ISLAM IN THE PERSPECTIVE OF TECHNOLOGY AND SCIENCE
Vanesya Aura Ardity
1
, Cheetara Novatriyanti Surya Adi
2
, Siska Khoirunnisa
3
, Clarisca
Audyta Permata
4
, Nadia Sarah Nurani
5
, Triana Surya Pratiwi
6
, Nur Halimah
7
, Rosana
Meiliasari
8
, Nurul Inayah
9
, Laily Fajria Chasanah
10
Universitas Muhammadiyah Surakarta Indonesia
vanesya.auraaa@gmail.com
ARTIKEL INFO:
Diterima:
06 Januari 2023
Direvisi:
11 Januari 2023
Disetujui:
13 Januari 2023
ABSTRAK
Islam sebagai agama rahmatan lil    
kandungan ajaran yang mencakup pengetahuan keagamaan dan juga sains alam.
Islam yang turun 14 abad silam merupakan agama samawi yang dicap oleh para
liberalis dan penganut paham kebebasan sebagai sesuatu yang merepotkan dan
kuno. Namun, benarkah demikian? Faktanya banyak ilmuwan barat yang
menjadikan Al-
kami akan membahas tentang posisi Islam sebagai agama dilihat dari perspektif
ilmu pengetahuan dan teknologi yang notabenenya mengedepankan logika
dalam mengupas segala sesuatunya. Dalam penyusunan jurnal ini kami
menerapkan penelitian library research yang dilakukan dengan analisis
mendalam pada jurnal maupun artikel yang relevan dengan topik yang kami
angkat.
Kata kunci: Islam, Teknologi, Sains
ABSTRACT
Islam as a religion of peace and compassion should have consisted of tenets that
include religious knowledge as well as natural sciences. Islam, which descended
           
adherents as something stilted and ancient. However, is that really the case? In
fact, many western scientists have used the Holy Quran as their research
orientation. In this essay, we will discuss the position of Islam as a religion from
the perspective of science and technology, which in fact emphasizes logic to
analyze its theory. In compiling this journal, we applied library research method
which carried out in-depth analysis on articles and journals that are relevant to
the topic we examine.
Keywords: Islam, Technology, Science
PENDAHULUAN
Islam sebagai agama maupun keyakinan yang sangat peduli dan mendukung potensi-potensi
sains sekaligus teknologi yang dimiliki oleh para umatnya. Sains sebagai ilmu pengetahuan tetap
berjalan setara dengan Islam karena ilmu pengetahuan akan membuat umat Islam menjadi seseorang
yang memiliki latar belakang Pendidikan yang baik dan akan membawa peradaban Islam menjadi
lebih maju atau berkembang dari sebelumnya (Rosyid, Mumtaza, Nurrohim, & Dahliana, 2022).
Menurut pandangan islam kandungan dalam ayat-ayat Al-   
keberadaannya termasuk ke dalam sains dan teknologi. Manusia sebagai khalifah di muka bumi,
Ayat Al-ang turun ke bumi merupakan sebuah anugrah untuk manusia. Ayat Al-
Vol 1, No 3 November ,2022
Vol 1, No 4 Desember, 2022
159
https://jetbis.al-makkipublisher.com/index.php/al/index
tersebut dikaji dan dimanfaatkan oleh manusia sendiri dengan sebaik baiknya. Untuk berkomunikasi
dengan bebas baik dalam negeri, lintas benua, lintas negara, masuk ke berbagai pelosok kampung,
dan masuk pada gang-gang yang sempit terdapat teknologi modern yang membantu manusia.
Teknologi menciptakan komunikasi baik melalui suara seperti radio maupun secara visual seperti
tv, internet, dan lain sebagainya (Amidong, 2019).
Globalisasi merupakan sebuah ikon terbaru pada awal milenium ketiga. Globalisasi berevolusi
dengan cepat, khususnya pada teknologi dan informasi. Akibat dari globalisasi ini adalah
digunakannya media informasi oleh segolongan orang untuk merusak moral atau menanamkan pola
pikir buruk terhadap pribadi seseorang. Perbedaan sudut pandang dan terlampau jauh terhadap Islam
sehingga sulit untuk membedakan antara kebaikan dan keburukan juga merupakan salah satu akibat
dari adanya globalisasi (Pratama & Zulhijra, 2019).
Pada masa ini merupakan era yang identik akan teknologi dan sains, yang dalam
perkembangannya tidak akan berhenti baik studi kritis maupun riset. Terdapat dua dasar dalam
pandangan islam mengenai iptek. Pertama, akidah islam dijadikan pola dalam ilmu pengetahuan.
Pada pola ini seharusnya berada dalam diri umat islam. Landasan pemikiran ilmu pengetahuan
dalam pola ini menyatakan bahwa akidah islam merupakan hal yang wajib. Bukan berarti akidah ini
menjadi sumber atau hal yang utama dalam ilmu pengetahuan, melainkan standar dalam ilmu
pengetahuan. Dengan begitu ilmu pengetahuan yang dirasa sesuai dengan ajaran islam dapat
diamalkan dan diterima oleh umat islam. Kedua, dalam kehidupan sehari hari ajaran islam digunakan
untuk standar pemanfaatan iptek. Jika dalam ajaran islam, pemanfaatan iptek tidak diperbolehkan,
maka umat islam tidak boleh menggunakannya meskipun sangat bermanfaat bagi kebutuhan sehari
hari (Hanipudin, 2019).
A. Rumusan masalah
a. Benarkah islam merupakan ajaran yang kuno?
b. Benarkah bahwa ajaran islam sudah tidak relevan pada era teknologi sekarang ini?
c. Apa saja ayat Al-
d. Apa hubungan antara surah An-Naml ayat 39-40 dengan internet?
B. Tujuan
a. Untuk mengetahui apakah benar Islam merupakan ajaran yang kuno.
b. Untuk mengetahui hubungan antara ajaran Islam dengan teknologi pada era sekarang ini.
c. Untuk mengetahui ayat-ayat Al-
d. Untuk mengetahui hubungan surah An-Naml ayat 39-40 dengan internet.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan penelitian library research, dilakukan dengan membaca,
menelaah, dan menganalisis secara mendalam data yang berada didalam berbagai sumber data
sekunder seperti artikel dan jurnal relevan dalam mencari teori, gagasan, dan lain sebagainya yang
digunakan untuk memecahkan masalah penelitian. Dengan menggunakan referensi-referensi yang
sudah ada sehingga peneliti tidak harus mencari langsung data. Sedangkan, pengumpulan data
dilakukan dengan menelaah dan atau mengeksplorasi beberapa jurnal, buku, serta sumber-sumber
data yang dianggap relevan dengan kajian yang sedang dibahas (Rozak, 2019).
Islam In The Perspective Of Technology And Science
Vol 1, No 4 December, 2022
https://jetbis.al-makkipublisher.com/index.php/al/index
160
HASIL DAN PEMBAHASAN
C. Sudut Pandang Islam di Masa Lampau
Pandangan Islam merupakan suatu aktivitas dimana setiap umat Islam menelusuri
hubungan antara sebab akibat. Hal tersebut harus diprioritaskan, karena merupakan sejarah
munculnya materi dan manfaatnya, substansi dari sebuah bentuk berasal pada suatu pemikiran
yang dapat diungkapkan. Menurut sejarah, perkembangan pemikiran agama Islam dimulai ketika
munculnya pemikiran tradisional. Hal tersebut terjadi karena dari zaman ke zaman ilmu
pengetahuan, termasuk pola pemikiran terus berkembang. Faktor dari kejadian tersebut adalah
adanya generasi yang memiliki kualitas pendidikan lebih baik sehingga generasi itu melakukan
perubahan dan pengembangan ilmu pengetahuan. Pemikiran tradisional wajib dikembangkan,
karena dalam pemikiran tersebut apabila ada masalah pasti membutuhkan ulama untuk
menyelesaikan masalahnya, bukan dari dirinya sendiri. Pada zaman dahulu juga ada pemikiran
rasional. Bedanya pemikiran rasional dengan tradisional yaitu pemikiran rasional dikembangkan
dari zaman islam klasik sedangkan pemikiran tradisional dikembangkan semenjak zaman
pertengahan Islam (Munawar, n.d.).
Pada zaman dahulu para pemeluk agama Islam muncul berbagai pelopor pandangan dan
pemikiran terkait posisi akal manusia dianggap mampu mempengaruhi perkembangan sebuah
pemikiran yang sangat rasional. Pemikiran ini sangat sejalan dengan pemikiran yang ada di saat
zaman Yunani. Zaman tersebut sering disebut zaman Islam klasik, karena pada zaman itu ada
langkah perkembangan konsep pemikiran rasional dari peradaban zaman. Ada seorang
cendekiawan Islam berasal dari Mesir berpendapat bahwa, sebuah kegiatan yang memerlukan
pemikiran dalam lingkup yang sangat luas belum terlaksana pada abad awal, karena pada zaman
itu penganut agama Islam masih memprioritaskan pada dakwah yang disebarluaskan di negara
Makkah. Dakwah tersebut bertujuan agar penganut agama Islam dapat melestarikan ajaran baim
yang dibawakan oleh Islam, dan menanamkan keimanan serta norma terpuji didalam diri mereka
yang bersumber dari ajaran yang disampaikan oleh Rasulullah SAW (Mugiyono, 2013).
Dimasa Rasulullah SAW masih hidup dan wahyu masih diturunkan, umat Islam belum
bersungguh-sungguh dan masih memprioritaskan kepentingan mereka sendiri daripada
kepentingan umat, apalagi mengenai persoalan akidah dan agama lainnya. Hal ini dikarenakan,
segala hal yang menjadi persoalan umat Islam akan dikembalikkan kepada dan mendapatkan
penjelasan langsung dari Rasulullah SAW. Berkaitan dengan persoalan di antara umat Islam,
Pada saat itu Rasulullah SAW membiasakan tidak adanya perdebatan dan perbedaan diantara
orang Islam dalam persoalan akidah. Oleh karena itu, Islam memerintahkan manusia untuk
mewujudkan semua pemikirannya sesuai dengan akidah Islam dan tidak lepas dari akidah
Bacalah
dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan.  -     
memiliki arti bahwasanya manusia telah diperintahkan untuk membaca demi memperoleh
berbagai pemahaman yang baik berakar pada pemikiran manusia itu sendiri. Tetapi segala
pemikirannya itu tidak boleh terlepas dari Akidah Islam, karena iqra` haruslah bersamaan dengan
bismi rabbika, yaitu tetap berdasarkan iman kepada Allah, yang merupakan asas Akidah Islam
(Al Qashash, 1995). Pemikiran inilah yang dibawa oleh Rasulullah SAW (w. 632 M) yang
Vol 1, No 3 November ,2022
Vol 1, No 4 Desember, 2022
161
https://jetbis.al-makkipublisher.com/index.php/al/index
meletakkan Akidah Islam dengan berasaskan Laa ilaaha illallah Muhammad Rasulullah sebagai
tumpuan dalam berpikir guna memperoleh ilmu pengetahuan. Beliau memerintahkan untuk
menganut ajaran Islam terlebih dahulu, kemudian menjadikan ajaran islam tersebut sebagai
landasan dan standar pada pemikiran dan ilmu pengetahuan. Sehingga, segala bentuk pertikaian
dan perdebatan mengenai perbedaan akidah di kalangan orang-orang muslim dapat dihindari.
Walaupun begitu, sejarah mencatat bahwa menuju akhir abad pertama Hijriah atau abad ketujuh
Masehi, terdapat keadaan yang berpotensi terjadinya pertikaian. Pada zaman itulah pemikiran
Islam secara pesat mulai berkembang hampir menyebar kedalam segala aspek. Keadaan ini
berjalan pada masa Dinasti Umayya serta mencapai kemajuannya pada masa Dinasti
Abbasiyah. Aktivitas pemikiran Islam pada masa Dinasti Abbasiyah mencapai kemajuan
peradaban pada masa tujuh khalifah, yaitu al-Mahdi (775-785 M), al-Hadi (775-786 M), Harun
al-Rasyid (786-809 M), al-Makmun (813-833 M), al--842 M), al-Watsiq (842-
847 M), dan al-Mutawakkil (847-861 M).
Perkembangan pemikiran dan peradaban umat Islam mencapai puncak kejayaannya pada
masa Dinasti Abbasiyah. Untuk mencapai titik kejayaan tersebut, para Khalifah Dinasti
Abbasiyah menerapkan strategi dan aktivitas yang efektif. Pertama, keterbukaan. Jikalau pada
masa Dinasti Umayyah sangat menutup diri terhadap pengaruh yang ditimbulkan dari dunia luar,
Dinasti Abbasiyah sebaliknya. Politik pada masa Dinasti Abbasiyah merupakan pemerintahan
yang terdiri dari segala bangsa, sedangkan bentuk pemerintah Dinasti Umayyah lebih mengarah
kepada pemerintahan Arab. Kedua, ketertarikan akan aspek ilmu pengetahuan yang tinggi. Pada
masa Dinasti Abbasiyah, para ulama (intelektual) Islam yang menggali ilmu pengetahuan Islam.
Hal ini ditimbulkan atas dasar kecintaan para Khalifah terhadap ilmu pengetahuan. Dinasti
Abbasiyah berperan penting dan memiliki jasa yang besar dalam proses memajukan peradaban
Islam di mata dunia. Ketiga, mempunyai sikap toleran dan dapat beradaptasi dengan baik
terhadap lingkungannya. Majunya kebudayaan Persia membuat banyak orang Abbasiyah
mencontoh tata cara kehidupan dari bangsa tersebut. Hal itu dikarenakan banyak orang Persia
yang memiliki posisi tergolong baik di lingkungan keluarga kerajaan, sebagai contoh banyak
orang Persia yang ditunjuk untuk masuk dan memimpin pemerintahan Dinasti Abbasiyah (Arifin
& al-Muhdar, 1983). Gerakan pemikiran Islam ini banyak memunculkan para tokoh, baik itu
muslim maupun non-muslim. Para ilmuwan non-muslim juga turut berperan penting dalam
mengartikan dan mengembangkan karya Kesusasteraan Yunani dan Hindu, serta ilmu sebelum
masa kejayaan Islam kepada masyarakat Kristen Eropa. Keikutsertaan mereka menjadi penyebab
seorang ahli filsafat Yunani yaitu Aristoteles terkenal di Eropa (Fathurrohman, 2015).
D. Studi Kelayakan Ajaran Islam Pada Masa Kini
Pendidikan agama Islam hingga sekarang dapat dikatakan terus berkembang dan
memberikan efek cenderung positif kepada masyarakat, karena dari zaman ke zaman pendidikan
tersebut terus dilestarikan dan dikembangkan sejalan dengan berkembangnya teknologi. Dalam
hal pengembangan pendidikan tersebut diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas dan
kompeten dalam bidang pendidikan. Alasan wajibnya eksistensi pendidikan Islam yaitu dengan
adanya pendidikan agama Islam, manusia memiliki sebuah pedoman yang dapat digunakan
selama hidup di dunia ini, bahkan untuk menacapai kebahagiaan di akhirat pula. Pedoman
tersebut berupa beribadah kepada Allah SWT, melaksanakan kewajiban-Nya serta menjauhi
Islam In The Perspective Of Technology And Science
Vol 1, No 4 December, 2022
https://jetbis.al-makkipublisher.com/index.php/al/index
162
segala larangan-Nya. Apabila manusia taat kepada-Nya maka hidupnya akan meraih kesuksesan
pada saat di dunia maupun di akhirat. Apabila kita bandingkan dengan pendidikan secara umum,
pendidikan agama islam mempunyai ciri khusus tersendiri, hal tersebut dibuktikan ketika kita
dituntut untuk mencari ilmu, kita harus bertanggung jawab kepada Allah SWT dan masyarakat
sekitar dengan cara memberikan kebermanfaatan yang merupakan hasil dari pembelajaran yang
telah kita lakukan (Ilmi, 2012).
Maka dapat disimpulkan pengertian pendidikan agama Islam yaitu:
a. Suatu pendidikan dimata islam yang berdasarkan kaidah dan nilai yang terdapat pada Al-
  -Hadits, dengan bersumber kitab yang telah sah di mata islam maka
pendidikan Islam menunjukkan ke jalan yang baik dan benar.
b. Di dalam kehidupan masyarakat, pendidikan agama Islam merupakan sebuah pendidikan
yang dijadikan sebagai proses berkembangnya sistem budaya dan norma istiadat pada
zaman itu juga.
Pada tahun 1998 merupakan tahun yang sangat berharga, karena di tahun tersebut lahirlah
reformasi pendidikan di negara kita yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Reformasi
sendiri merupakan sebuah usaha untuk melakukan suatu perubahan terhadap seluruh bidang yang
ada di kehidupan ini, seperti bidang politik, perekonomian, dan tentunya Pendidikan, terkhusus
pendidikan agama Islam. Namun reformasi pendidikan agama Islam telah dimulai semenjak awal
abad ke-20. Reformasi tersebut dilakukan oleh beberapa khalifah dan cendekiawan Islam seperti
Syekh Abdullah Ahmad, Zainudin Labai El-Yunus mereka melakukan reformasi menggunakan
perantara organisasi Islam (Dwijo, 2014).
Kejadian tersebut dapat dijadikan motivasi untuk kita semua dalam upaya terus mempelajari,
melestarikan, dan mengembangkan pendidikan agama Islam menjadi lebih baik daripada
sebelumnya. Namun sebelum kita melakukan langkah perubahan, kita harus melakukan perbaikan
terlebih dahulu (Lubis, 2021).
Langkah perbaikan tersebut dapat dilakukan dengan cara yaitu sebagai berikut:
a. Kita harus memastikan apakah pendidikan tersebut memberikan efek ajaran agama kepada
peserta didik dan apakah masyarakat terpengaruh dengan ajaran tersebut.
b. Kita juga harus memastikan apakah pendidikan tersebut mampu menanamkan dalam diri
peserta didik berupa ide, struktur dan konsep agama. Karena apabila hal tersebut sudah
tertanam dalam diri peserta didik, maka mereka akan memahami budaya yang ada dizaman
sekarang dimana banyak budaya yang dibawa oleh pengaruh luar masuk ke Indonesia
tanpa adanya filtrasi dan tidak mengenal batasan ruang dan waktu. Hal ini menjadi
kekhawatiran tersendiri karena apabila iman kita tidak kuat, maka kita akan mudah
terpengaruh perilaku negatif yang sangat bertentangan dengan ajaran pendidikan Islam.
c. Kita harus menjadikan pendidikan umum dan pendidikan agama islam itu sejalan. Hal ini
bertujuan agar pendidikan umum dengan pendidikan Islam menjadi selaras sehingga dapat
menghasilkan suatu pandangan, keputusan, atau perspektif yang bersumber pada sistem
tauhid.
d. Kita juga harus memperhatikan apakah pendidikan agama Islam dapat menyesuaikan
perubahan dan perkembangan globalisasi yang terus-menerus terjadi pada tiap zaman.
Vol 1, No 3 November ,2022
Vol 1, No 4 Desember, 2022
163
https://jetbis.al-makkipublisher.com/index.php/al/index
Karena pada zaman ke zaman, teknologi dan ilmu pengetahuan terus berkembang semakin
baik, pesat, dan canggih.
e. Elemen pendidikan agama Islam atau yang sering disebut Lembaga Pendidikan seharusnya
melakukan sebuah perubahan, tidak hanya di bidang ilmu agama saja namun juga ilmu
umum harus dikembangkan mengingat dinegara Indonesia terdiri dari beragam agama
yang dianut masyarakat.
f. Pendidikan Islam harus mampu menanamkan sikap positif peserta didik terhadap etos
kerja, manusia dan alam, tanggung jawab sosial, dan kebangsaan.
E. Kondisi Pendidikan Islam Pada Saat Ini
Pendidikan Islam pada masa kini dikenal sebagai pendidikan yang fleksibel, responsif,
tepat waktu, berwawasan ke depan, bermutu, berkeadilan, demokratis, dinamis, dan sebagainya.
Sesuai dengan ciri khasnya, pendidikan Islam terus diperbaharui dari masa ke masa, dimulai
dengan cara kerja dan lembaga seperti rumah pendidikan, surau, langgar, masjid, majelis ta'lim,
pondok pesantren, dan madrasah. Inovasi pendidikan Islam juga tampak pada hampir segala
aspek, seperti: kurikulum pendidikan, proses pembelajaran, tenaga pengajar, fasilitas,
administrasi, dan lainnya. Berkat adanya ide-ide tersebut, pendidikan Islam di Indonesia saat ini
memiliki ciri bermacam-macam namun memiliki tujuan yang sama, keberagaman itu dapat
dilihat jelas pada jenjang, mutu, lembaga, dan lain-lain. Kemajuan ini berkat kerja keras umat
Islam melalui inovasi dan kepemimpinannya. Keadaan pendidikan Islam menghadapi tren yang
luar biasa dari hari ke hari, terutama pada saat ini (Ulya, 2018).
Menurut Abuddin Nata, situasi dunia pada era globalisasi dapat dikenali dengan lima
kecenderungan sebagai berikut:
a. Kecenderungan integrasi ekonomi menciptakan adanya persaingan terbuka dalam lingkup
pendidikan. Dalam pandangan mereka, lingkup pendidikan juga dikomersialkan, sehingga
lingkup pendidikan masa kini akan menghadapi logika komersial.
b. Kecenderungan Fragmentasi, yaitu menyebabkan meningkatnya tuntutan dan harapan
masyarakat. Kecenderungan ini terlihat pada pengelolaan pendidikan khusus sekolah yang
memberikan kesempatan untuk berpartisipasi pada pembuatan kebijakan serta program
pendidikan, layanan proses jalannya pembelajaran yang lebih menawarkan kesempatan dan
juga keterbukaan.
c. Kecenderungan untuk menggunakan teknologi canggih, khususnya informasi dan komunikasi
(TIK) sebagai contoh yaitu komputer. Kehadiran TIK ini menimbulkan solusia atas tuntutan
masyarakat dalam memberikan pelayanan yang lebih cepat, transparan dan juga fleksibel.
d. Kecenderungan akan ketergantungan terhadap sesama, dimana seseorang dapat mencapai
kebutuhannya dengan bantuan dari individu lainnya.
e. Kecenderungan lahirnya kolonisasi baru pada bidang kebudayaan yang mengarah pada cara
berpikir masyarakat yang menggunakan Ilmu pengetahuan, yaitu apa yang awalnya dipelajari
untuk mengembangkan keterampilan mental, moral, fisik, dan psikologis.
F. Pendidikan Islam di Masa Depan
Pendidikan merupakan dasar pembentukan karakter generasi pada masanya. Kemajuan
suatu negara juga tergantung pada pendidikan yang diterima oleh masyarakat itu sendiri.
Pendidikan selalu mengalami perubahan sesuai dengan arus perkembangan zaman. Di tengah
Islam In The Perspective Of Technology And Science
Vol 1, No 4 December, 2022
https://jetbis.al-makkipublisher.com/index.php/al/index
164
banyaknya masyarakat yang menginginkan era globalisasi, muncul sekelompok orang yang anti
terhadap globalisasi. Mereka yang menyebarkan gagasan ideologi dan agama yang sempit.
Kelompok seperti itu bertolak belakang dengan kecenderungan manusia untuk berkembang. Jika
sekelompok orang seperti ini tidak dibenahi dan diberi pemahaman dengan metode seperti
pendekatan, maka bisa menjadi penyakit yang akan melemahkan bangsa. Maka dari itulah,
lembaga-lembaga ilmu pengetahuan harus mempersiapkan sedari awal mengenai kecenderungan
tersebut. Pendidikan Islam wajib menjadi garda terdepan untuk menyelesaikan masalah ini.
Masyarakat kontemporer dicirikan oleh masyarakat pasca-industri. Sebagaimana dicatat oleh
Daniel Bell, atau masyarakat informasi sebagai tahap ketiga dari berkembangnya peradaban.
Sebagaimana yang dicatat oleh Alvin Tofler, yang tidak diragukan lagi menjadikan kehidupan
manusia banyak peluang secara teknologi. Melimpahnya informasi yang membuat orang semakin
bingung dalam mencari arah terhadap hidupnya. Beberapa dari mereka berhasil menemukan arah
yang tepat, tetapi tidak sedikit dari mereka yang menemukan dirinya dalam situasi yang ambigu,
yaitu tidak jelas mengenai hal yang baik dan yang buruk, serta tidak jelas untuk membuat
keputusan yang tepat mengenai era penyambutan pasca industri. Pendidikan Islam diharapkan
mampu turut membantu dalam menyelesaikan persoalan manusia terutama pada aspek
kehidupan. Pendidikan Islam muncul didunia sekuler sampai sekarang, seperti bank dan obat-
obatan. Perbankan syariah kini bermunculan di berbagai tempat. Pendidikan Islam terkait
keuangan dan perbankan Islam ada dalam berbagai macam tempat. Dari sini dapat disimpulkan,
bahwa kini Islam dan lingkup pendidikan sekuler yang sebelumnya dianggap tabu sudah berjalan
         
spirit
banyak orang berpikir dan bertindak secara manusiawi dan menyeluruh. Lingkup pendidikan
masa kini perlu adanya konsep serta strategi terpadu yang dapat mengajarkan segala bidang
kemanusiaan dalam rangka menghadapi perkembangan budaya dan sosial, dikarenakan cepatnya
perkembangan teknologi informasi. Pengetahuan mengenai Islam berdasarkan dengan nilai-nilai
luhur dapat menjadi dasar moral yang baik bagi pengembangan pendidikan Islam di tengah-
tengah arus informasi global yang kurang memperhatikan nilai-nilai dasar kemanusiaan
(Budianto, Kurnia, & Galih, 2021).
G. Sudut Pandang Teknologi Dari Kacamata Islam
Pandangan islam terhadap teknologi pada zaman sekarang dengan zaman Yunani, Romawi,
dan juga Byzantium sangatlah berbeda. Karena zaman dahulu teknologi belum berkembang,
masyarakat masih menggunakan tenaganya sendiri, belum mengandalkan sebuah alat berbasis
teknologi. Para ilmuwan muslim berpendapat, bahwa teknologi merupakan cabang ilmu
pengetahun yang bersifat telah sah dalam islam, hal tersebut terbukti setelah para cendekiawan
Barat melakukan pengamatan pada zaman Pertengahan (Sapada & Arsyam, 2020).
Menurut islam hukum lahirnya segala sesuatu pada zaman dahulu atau pada zaman
sekarang itu mubah, sehingga semua yang disebarkan oleh agama islam tidak ada yang bersifat
haram, kecuali ada dalil yang menjelaskan bahwa hal tersebut haram secara tegas dan jelas.
Dengan pesatnya perkembangan teknologi, menyebabkan lahirnya sebuah produk yang
telah didukung teknologi canggih, sehingga terdapat banyak fitur yang memudahkan pengguna
Vol 1, No 3 November ,2022
Vol 1, No 4 Desember, 2022
165
https://jetbis.al-makkipublisher.com/index.php/al/index
dalam menggunakan produk tersebut. Produk tersebut dapat digunakan dalam kalangan berbagai
usia, contoh seperti radio, smartphone, laptop, lift, printer, dan masih banyak lagi. Namun apabila
produk tersebut tidak dipergunakan dengan baik dan penuh tanggung jawab, maka akan muncul
dampak negatif yang ditimbulkan dan bersifat merugikan manusia. Jadi dapat disimpulkan,
bahwa semua tanggung jawab dalam penggunaan produk tersebut terletak pada kita, bukan pada
produk yang sedang kita gunakan. Sehingga kita dapat menggunakan produk tersebut sesuai
dengan kebutuhan diri kita sendiri dan tidak menggunakan teknologi tersebut secara berlebihan
(Bistara, 2020).
Menurut Islam, teknologi itu sangat berpengaruh dalam pembangunan dan pengembangan
zaman yang menuju ke arah lebih baik, kuat, dan kokoh. Maka dari itu, sedari dulu para khalifah
mendorong para kaum muslim untuk membuat teknologi yang memiliki kegunaan untuk
memberdayakan dan melestarikan kekayaan sumber daya alam. Setelah adanya dorongan dari
para khalifah, munculah berbagai jenis produk yang berbasis teknologi canggih, seperti contoh
muncul produk yang bernama pesawat terbang, pesawat terbang yang ada sekarang ini, awal

dahulu, pesawat Ibnu Firnas sangatlah sederhana, tidak secanggih yang ada pada zaman sekarang,
namun di dalam proses pembuatan pesawat tersebut, Ibnu Firnas sudah mengerahkan segala
tenaga, waktu, dan sudah memberdayakan sumber daya manusia serta alam yang ada. Hal
tersebut membuktikan bahwa sebagian cendekiawan muslim merupakan pelopor lahirnya produk
berbasis teknologi yang dapat berguna untuk masyarakat dan dapat dikembangkan sebaik
mungkin oleh orang-orang pada generasi baru seiring berkembangnya teknologi yang semakin
pesat (Sanip, Bakar, Saadiah, & Ihwani, 2018).
Setelah melihat kejadian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa islam tidak pernah
mengharamkan atau melarang teknologi dan ilmu pengetahuan, justru agama islam menjadi garda
terdepan dan pelopor dalam teknologi dan ilmu pengetahuan, dari 13 abad yang lalu. Di dalam
sebuah hadist, Rasullullah SAW menjelaskan bahwa silahkan para kaum muslim menunjukkan
keahlian di dalam bidang teknologi dan ilmu pengetahuan, karena pada saat itu Rasulullah SAW
belum ahli pada suatu bidang, namun ada kaum muslim yang ahli dibidang tersebut, sehingga
Rasulullah SAW ingin apabila kita memiliki keahlian, maka kita wajib mengimplementasikan
dan manfaatkan keahlian tersebut. Dapat disimpulkan, bahwa teknologi dan ilmu pengetahuan
          n dengan
hadlarah (Kurniawan, 2020).
Menurut seorang cendekiawan islam, dalam kitabnya ia menjelaskan bahwa produk yang
menjadi implementasi dari berkembangnya teknologi dan ilmu pengetahuan yang pesat ini
merupakan bentuk madaniyah yang memiliki sifat umum dan memiliki arti dapat dimiliki semua
kaum atau umat manusia tanpa terkecuali. Madaniyah merupakan benda (bentuk fisik) yang dapat
dapat digunakan dalam kehidupan bahkan seluruh aktivitas kehidupan. Maka dapat disimpulkan
bahwa menurut agama Islam produk dari berkembangnya teknologi dan ilmu pengetahuan yang
pesat ini hukumnya mubah atau diperbolehkan. Namun terdapat produk yang hukumnya haram,
karena ada hal kemaksiatan, seperti produk hadlarah selain dari agama islam yaitu: salib, patung
yesus, dan lain-lain (Mulyani & Haliza, 2021).
H. Al-Qur’an Sebagai Landasan Berfikir Bagi Kaum Muslimin
Islam In The Perspective Of Technology And Science
Vol 1, No 4 December, 2022
https://jetbis.al-makkipublisher.com/index.php/al/index
166
Al-
Islam. Semua sumber ilmu diwahyukan dalam ayat-ayat Al-
semesta. Banyak peristiwa yang tertulis dengan benar serta membahas fenomena tersebut dan
mengungkapkan hal-hal yang berkaitan dengan fenomena tersebut. Hal ini juga memiliki
kekuatan yang luar biasa serta berada diluar kemampuan apapun, seperti yang telah dijelaskan
pada QS al--
sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada
Allah. Dan perumpamaan-
(Rahma et al., 2021).
Kandungan pesan tersebut yang disampaikan Nabi SAW di awal abad ke-7, terdapat basis
tentang kehidupan individu dan sosial kaum muslim dalam segala aspeknya. Bahkan, masyarakat
mengawali eksistensinya serta mendapatkan kekuatan hidup dengan merespon dakwahnya.
Sehingga, yang menyebabkan Al-      
pengalaman keagamaannya. Tanpa pemahaman yang benar, maka kehidupan, pemikiran, serta
kebudayaan muslim akan sulit untuk dipahami.
Dalam Al-         
menggunakan akal serta pikirannya dalam memikirkan seluruh ciptaan Allah SWT, serta dapat
memetik hikmah yang ada didalamnya. Sebagai sumber ajaran islam, (Zulkabir, 2018)
memandang, bahwa Al-      
dalam kandungan itu, baik berkenaan dengan alam khalqi (berkaitan dengan semesta alam makro
dan mikro) maupun alam khulqi (berkaitan dengan budaya serta peradaban) (Drajat, 1992).
Jika dilihat, Al-
sebagai kitab utama dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Isi ajarannya pun sempurna dan
tidak bertentangan dengan hasil penemuan sains modern saat ini. Oleh karena itu, Al-
dijadikan sebagai landasan semua ajaran islam mulai dari hubungan vertikal manusia dengan
Tuhan, ibadah, maupun hubungan sosial. Terlihat dari kedudukan Al-
muslimin percaya sepenuhnya jika Al-     -ajaran
yang telah berkembang pada selama ini.
Al-   gkaian lafadz-lafadz yang penuh makna, setiap lafadznya
memiliki aksentuasi yang berjenjang dan pemaknaan yang berbeda-beda. (Nurrohim & Sidik,
2020). (Nurrohim & Sidik, 2020) membagikan pandangannya mengenai hubungan antara QS.
An-Naml (27):40 dengan penemuan dan perkembangan teknologi internet.
Allah SWT berfirman:




















Seorang yang mempunyai ilmu dari Kitab berkata, "Aku akan membawa singgasana itu
kepadamu sebelum matamu berkedip".
(Nurrohim & Sidik, 2020) juga mengatakan bahwasannya ada kemungkinan ayat ini
dijadikan rujukan dalam penciptaan internet pada zaman sekarang. Perpindahan materi seperti
data teks, gambar, audio, dan video bisa dilakukan hanya dalam sekejap mata, tidak lagi
membutuhkan waktu lama seperti pada zaman sebelum kemunculan internet.
Kita dapat lihat sebagai contoh surat menyurat. Manusia pada zaman dahulu bertukar pesan
Vol 1, No 3 November ,2022
Vol 1, No 4 Desember, 2022
167
https://jetbis.al-makkipublisher.com/index.php/al/index
dan informasi melalui surat yang ditulis pada media kertas kemudian dikirimkan ke tempat tujuan
dan begitu seterusnya. Namun, pada era digital seperti saat ini, pengiriman teks dapat dilakukan
melalui platform chatting seperti WhatsApp, Telegram, Kakao, dan lain sebagainya, hanya dalam
wakru yang singkat atau bisa dikatakan sekejap mata.
KESIMPULAN
Pada masa teknologi dan sains saat ini, ilmu pengetahuan akan membawa peradaban yang
lebih baik. Sains haruslah dipikirkan sebagai cara untuk memahami alam dan kumpulan
pengetahuan yang didapatkan dari proses penyelidikan. Ketika Rasulullah SAW masih hidup dan
wahyu masih diturunkan, menjadi persoalan umat Islam akan dikembalikkan kepada wahyu untuk
mendapatkan penjelasan langsung dari Rasulullah SAW. Pada saat itu Rasulullah membiasakan
tidak adanya perdebatan dan perbedaan diantara orang muslim dalam persoalan akidah. Strategi dan
aktivitas yang diterapkan oleh khalifah Dinasti Abbasiyah dirasa lebih baik dibandingkan dengan
Dinasti Umayyah yang ada sebelumnya. Dapat dilihat dari segi politik yang dirasa lebih terbuka,
kecintaan utama Islam terhadap ilmu pengetahuan yang berperan besar dalam proses memajukan
peradaban Islam tidak hanya dimata Islam sendiri, tetapi sampai di mata dunia, dan juga toleransi
dan akomodatifnya yang memunculkan para pemikir muslim maupun non-muslim. Dengan
pengertian yang sederhana, maka dapat disimpulkan pendidikan agama Islam adalah Suatu
pendidikan dimata islam yang berdasarkan kaidah dan nilai yang terdapat pada Al--
Hadits, dengan bersumber kitab yang telah sah di mata islam maka pendidikan Islam menunjukkan
ke jalan yang baik dan benar. Di dalam kehidupan masyarakat, pendidikan agama Islam merupakan
sebuah pendidikan yang dijadikan sebagai proses berkembangnya sistem budaya dan norma istiadat
pada zaman itu juga. Sejak abad ke-20, umat Islam Indonesia telah melaksanakan pembaharuan yang
diprakarsai oleh beberapa tokoh Pendidikan Islam dan bentuk organisasi-organisasi Islam.
Perubahan ini memiliki motivasi yang sangat pragmatis, yaitu mengimbangi pendidikan umum yang
berkembang pesat dan berorientasi utama pada kebutuhan kolonialisme. Pendidikan Islam saat ini
sebagai Pendidikan yang fleksibel, responsive, tepat waktu, berwawasan ke depan, bermutu,
berkeadilan, demokratis, dinamis dan sebagainya. Inovasi Pendidikan Islam juga ada pada hampir
segala aspek, seperti bank dan obat-obatan. Islam kini dan dunia Pendidikan sekuler yang
sebelumnya dianggap tabu sudah berjalan beriringan. Walaupun begitu, dunia Pendidikan saat ini
t
dalam rangka menghadapi pesatnya perkembangan budaya dan sosial yang disebabkan oleh
perkembangan teknologi informasi. Perbedaan teknologi di zaman sekarang dengan zaman Yunani,
Romawi dan Byzantium pada pandangan Islam, sangatlah berbeda. Adanya perkembangan
teknologi yang pesat, menyebabkan munculnya produk-produk berteknologi yang sangat canggih
sehingga memudahkan penggunanya. Al-suasif serta menjadi kitab
utama dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang berperan sebagai landasan utama sumber ilmu
pengetahuan bagi umat Islam, sehingga dapat mewujudkan perkembangan teknologi yang berguna
bagi masyarakat luas.
Islam In The Perspective Of Technology And Science
Vol 1, No 4 December, 2022
https://jetbis.al-makkipublisher.com/index.php/al/index
168
DAFTAR PUSTAKA
Al Qashash, A. (1995). Usush An Nahdlah Al Rasyidah. Beirut: Daar Al Ummah. Google Scholar
Amidong, Hikma H. (2019). Paradigma Pendidikan Islam Masa Kini Dan Masa Depan. Google
Scholar
Arifin, H. Bey, & Al-Muhdar, Yunus Ali. (1983). Sejarah Kesustraan Arab. Surabaya: Bina Ilmu.
Google Scholar
Bistara, Raha. (2020). Islam Dan Sains Menurut Sayyed Nasr Nasr. Prosiding Konferensi Integrasi
Interkoneksi Islam Dan Sains, 2, 113117. Google Scholar
Budianto, Muhammad Rizky Ramadhandy, Kurnia, Syaban Farauq, & Galih, Tresna Ramadhian
Setha Wening. (2021). Perspektif Islam Terhadap Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi. Islamika:
Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 21(01), 5561. Google Scholar
Drajat, Zakiyah. (1992). Ilmu Jiwa Agama, Bulan Bintang. Jakarta: Bulan Bintang. Google Scholar
Dwijo, A. Q. (2014). Pengembangan Iptek Dalam Tinjauan Hukum Islam. Uin Sunan Ampel Journal
Of Islamic Education, 2(1), 144166. Google Scholar
Fathurrohman, Muhammad. (2015). Pendidikan Islam Dan Perubahan-Perubahan Sosial. Ulumuna:
Jurnal Studi Keislaman, 1(2). Google Scholar
Hanipudin, Sarno. (2019). Pendidikan Islam Di Indonesia Dari Masa Ke Masa. Matan: Journal Of
Islam And Muslim Society, 1(1), 3953. Google Scholar
Ilmi, Zainal. (2012). Islam Sebagai Landasan Perkembangan Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi.
Lentera, 14(1 Juni). Google Scholar
Kurniawan, Martha Mulyani. (2020). Dilema Sains Dan Agama. Alucio Dei, 4(1), 1. Google Scholar
Lubis, Muya Syaroh Iwanda. (2021). Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dalam Perspektif Islam.
Publik Reform, 8(1), 7988. Google Scholar
Mugiyono, Mugiyono. (2013). Perkembangan Pemikiran Dan Peradaban Islam Dalam Perspektif
Sejarah. Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin, Pemikiran, Dan Fenomena Agama, 14(1), 1
20. Google Scholar
Mulyani, Fitri, & Haliza, Nur. (2021). Analisis Perkembangan Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi
(Iptek) Dalam Pendidikan. Jurnal Pendidikan Dan Konseling (Jpdk), 3(1), 101109. Google
Scholar
Munawar, Ali Mahfuz. (N.D.). Penciptaan Alam Semesta Menurut Para Muffasir Dan Astronom.
Konferensi Integrasi Interkoneksi Islam Dan Sains, 4(1), 1927. Google Scholar
-
Tafsir Al-Profetika: Jurnal Studi Islam, 20(2), 179189. Google Scholar
Vol 1, No 3 November ,2022
Vol 1, No 4 Desember, 2022
169
https://jetbis.al-makkipublisher.com/index.php/al/index
Pratama, Irja Putra, & Zulhijra, Zulhijra. (2019). Reformasi Pendidikan Islam Di Indonesia. Jurnal
Pai Raden Fatah, 1(2), 117127. Google Scholar
Rahma, Maulitha, Yulis, Erna, Pratiwi, Neisya, Susanto, Ratnawati, Syofyan, Harlinda, & No, Jalan
Arjuna Utara. (2021). Pemanfaatan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Untuk
Mengembangkan Kompetensi Pedagogik Guru. Jurnal Ilmu Pendidikan, 6(2), 97105. Google
Scholar
Rosyid, Mukhlish Abdul, Mumtaza, Zulfa, Nurrohim, Ahmad, & Dahliana, Yeti. (2022). The

-Munir By Wahbah Zuhayli). International Conference
On Islamic And Muhammadiyah Studies (Icims 2022), 5163. Atlantis Press. Google Scholar
Rozak, Abd. (2019). Alquran, Hadis, Dan Ijtihad Sebagai Sumber Pendidikan Islam. Fikrah:
Journal Of Islamic Education, 2(2), 85101. Google Scholar
Sanip, Siti Faraiza, Bakar, Abu, Saadiah, Halimahtun, & Ihwani, Siti Suhaila. (2018).
Perkembangan Sains, Hukum, Teknologi Dan Ekonomi Di Dunia Islam. Kertas Kerja
Dibentangkan Di Seminar Tamadun Islam. Google Scholar
Sapada, Andi Ombong, & Arsyam, Muhammad. (2020). Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Menurut
Pandangan Islam. Google Scholar
Ulya, Vita Fitriatul. (2018). Pendidikan Islam Di Indonesia: Problem Masa Kini Dan Perspektif
Masa Depan. Al Hikmah: Jurnal Studi Keislaman, 8(2), 136150. Google Scholar
Zulkabir, Badri. (2018). Perancangan Jalur Ganda Jalan Rel Ruas Stasiun Solobalapan Sampai
Stasiun Sragen (Double Track Rail Planning At Parts Of Solobalapan Station To Sragen
Station). Google Scholar
licensed under a
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License