https://jetbis.al-makkipublisher.com/index.php/al/index
158
Jurnal Ekonomi Teknologi & Bisnis (JETBIS)
Volume 1, Number 4, Desember 2022
p-ISSN 2964-903X; e-ISSN 2962-9330
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN, BUDAYA ORGANISASI,
DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA KEUANGAN PT
SWABINA GATRA
Zeni Rahmawati
1
, Muhammad Aufa
2
Universitas Muhammadiyah Gresik Indonesia
zenirw26@gmail.com, aufa@umg.ac.id
ARTIKEL INFO:
Diterima:
27 Desember 2022
Direvisi:
26 Desember 2022
Disetujui:
26 Desember 2022
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh gaya
kepemimpinan terhadap kinerja keuangan. (2) pengaruh budaya
organisasi terhadap kinerja keuangan. (3) pengaruh motivasi terhadap
kinerja keuangan. (4) pengaruh gaya kepemimpinan, budaya organisasi,
dan motivasi terhadap kinerja keuangan. Populasi penelitian ini adalah
pegawai yang bekerja di PT Swabina Gatra yang berjumlah 145 orang.
Dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 59 orang.
Pengumpulan data menggunakan kuosioner dan observasi. Dan teknik
pengolahan data menggunakan deskriptif statistic, uji validitas, uji
reliabilitas, uji t, uji f dan determinasi koefisiensi. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa variabel gaya kepemimpinan berpengaruh positif
dan signifikan terhadap variabel kinerja keuangan. Variabel budaya
organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel kinerja
keuangan, dan variabel motivasi berpengaruh positif dan signifikan
terhadap variabel kinerja keuangan. Jadi, di PT Swabina Gatra gaya
kepemimpinan, budaya organisasi dan motivasi berpengaruh terhadap
kinerja keuangan yang mana jika gaya kepemimpinan, budaya organisasi
dan motivasi berlangsung efektif maka akan meningkatkan kinerja
keuangan dan akan memberikan pengaruh yang baik terhadap kinerja
keuangan di PT. Swabina Gatra.
Kata kunci: Gaya Kepemimpinan, Budaya Organisasi, Motivasi, Kinerja
Keuangan
ABSTRACT
This research aims to determine (1) the influence of leadership style on financial
performance, (2) the influence of organizational culture on financial
performance, (3) the influence of motivation on financial performance, (4) the
effect of leadership style, organizational culture, and motivation on financial
performance. Populasi this study were employees who work in PT Swabina
Gatra amounting to 145 people. And the samples used in this study amounting
to 59 people. Data collection using questionnaires and observation. And data
processing techniques using statistic descriptive, validity test, reliability test, t
test, f test, and determinasi koefisiensi. The results showed that the leaderships
style variable had a positif and significant effect on financial performance
variable, organizational culture variable have a positif and significant effect on
financial performance variable, and motivational variable have a positif and
significant effect on financial performance variable. So, at PT Swabina Gatra
leadership style, organizational culture, and motivational affect financial
Vol 1, No 3 November ,2022
Vol 1, No 4 Desember, 2022
159
https://jetbis.al-makkipublisher.com/index.php/al/index
performance which if the leadership style, organizational culture, and motivation
are effective then it will improve financial performance and will have a good
influence on financial performance at PT Swabina Gatra.
Keywords: Style Leadership, Organizational Culture, Motivation,
Financial Perfomance
PENDAHULUAN
Keberhasilan dalam pencapaian tujuan dari perusahaan merupakan sebuah prestasi
manajemen. Penilaian kinerja perusahaan dapat digunakan sebagai dasar dalam pengambilan
keputusan bagi pihak eksternal dan internal. Dan kinerja keuangan menjadi salah satu aspek
penilaian yang fundamental mengenai kondisi yang dimiliki perusahaan (Wiagustini, 2010).
Laporan keuangan, laporan arus kas, laporan perubahan ekuitas, laporan laba rugi komprehensif
serta catatan atas laporan keuangan merupakan ikhtisar mengenai keadaan keuangan perusahaan.
Untuk meraih keberhasilan pencapaian tujuan suatu perusahaan maka dibutuhkan kerjasama dan
kekompakan antar pegawai, motivasi kerja, budaya organisasi, kualitas lingkungan yang baik serta
kualitas pemimpin yang baik (Albethris, 2018).
Suatu perusahaan akan berjalan dengan lancar dalam mencapai tujuan sangat dipengaruhi oleh
faktor kepemimpinan. Gaya kepemimpinan merupakan kunci keberhasilan didalam sebuah
organisasi. Gaya kepemimpinan merupakan pola perilaku yang ditunjukkan oleh pemimpin dalam
mempengaruhi orang lain atau pegawai. Pola perilaku dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti
asumsi, nilai-nilai, persepsi, harapan maupun sikap yang ada dalam diri pemimpin (Ardana, I
Komang, Ni Wayan Mujiati, 2011).
Menurut (Mangkunegara, 2009) budaya organisasi merupakan seperangkat asumsi atau sistem
keyakinan, nilai-nilai, dan norma yang dikembangkan dalam organisasi yang dijadikan pedoman
tingkah laku bagi anggota-angootanya untuk mengatasi masalah adaptasi eksternal dan internal.
Budaya organisasi dapat mengajarkan tentang arti kebersamaan dan kekompakan dalam mencapai
tujuan dan tidak bersifat individualisme.
Menurut (Robbins, 2012) motivasi kerja sebagai proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan
ketekunan individu untuk mencapai tujuannya. Motivasi kerja sangat dibutuhkan dalam
meningkatkan kinerja. Motivasi yang diberikan dapat berupa penghargaan bagi karyawan yang
berprestasi, dan pemberian insentif yang layak sesuai standar. Motivasi merupakan upaya
memberikan dorongan kepada para karyawan disertai alasan-alasan penting tentang kegiatan
pencapaian tujuan bagi para karyawan yang sejalan dengan kepentingan organisasi. Motivasi kerja
didalam organisasi lebih diarahkan untuk memberikan kekuatan dan dorongan dalam diri seorang
karyawan yang akan mempengaruhi pelaksanaan tugas dan tanggungjawabnya terhadap pelayanan
public. Karena pemberian motivasi yang tepat kepada karyawan akan menghasilkan kinerja yang
baik untuk melayani public (Asnawi, 2011).
Penelitian mengenai faktor yang mempengaruhi kinerja keuangan seperti gaya kepemimpinan,
budaya organisasi dan motivasi kerja dilakukan di PT Swabina Gatra Gresik. Dilihat dari penilaian
kinerja keuangan perusahaan yang masih mampu eksis berkiprah sebagai perusahaan yang terus
berkembang dalam bidang utamanya yaitu pengolahan tenaga kerja dimana ditunjukkan pada tenaga
keuangan dengan indikasi berbagai ratio keuangan (Basna, 2016).
PT Swabina Gatra memiliki gaya kepemimpinan demokratis yaitu pemimpin melibatkan
Penerapan Gestionnaire Libre De Parc Informatique (Glpi) Pada
Pt.Pgas Telekomunikasi Nusantara (Pgncom)
Vol 1, No 4 December, 2022
https://jetbis.al-makkipublisher.com/index.php/al/index
160
konstribusi pegawai dalam setiap keputusan yang diambilnya. Hal ini dibuktikan dengan adanya
meeting untuk memberikan kesempatan bagi para pegawai agar menyampaikan pendapat atau
masukan-masukan sebelum pemimpin mengambil keputusan. Dengan gaya kepemimpinan tersebut
maka pegawai dapat melihat masalah dari berbagai sisi guna memecahkan permasalahan yang dapat
memperkuat kerjasama tim antara pemimpin dan pegawai (Evi Wahyuni, 2015).
Budaya organisasi di PT Swabina Gatra tertanam dengan baik. Hal ini ditunjukkan dengan
adanya sikap yang terbentuk sepserti sebuah tim dan toleransi yang sangat kuat antar para pegawai,
tidak adanya perbedaan kasta, serta hubungan yang harmonis antara pimpinan dengan pegawai
melalui beberapa kegiatan (Thoha, 2010).
Motivasi kerja di PT Swabina Gresik ditunjukkan dengan memberikan kebutuhan fisiologis,
jaminan kesehatan, reward, pembembangan karir atau promosi jabatan. Reward diberikan kepada
pegawai yang berprestasi dengan penambanahn insentif. Perusahaan sering mengikutsertakan
pegawai dalam berbgai kegiatan pelatihan baik dari luar maupun dalam perusahaan guna
meningkatkan motivasi kerja pegawai (Ni Made Ria Satyawati, 2014).
Berdasarkan uraian diatas maka dirumuskan rumusan masalah sebagai berikut: (1) apakah
gaya kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja keuangan PT. Swabina Gatra?, (2) apakah budaya
organisasi berpengaruh terhadap kinerja keuangan PT. Swabina Gatra?, (3) apakah motivasi
berpengaruh terhadap kinerja keuangan PT. Swabina Gatra?, (4) apakah gaya kepemimpinan,
budaya organisasi dan motivasi berpengaruh terhadap kinerja keuangan PT. Swabina Gatra?
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitaif untuk mengukur pengaruh antar variabel
independen yaitu gaya kepemimpinan (X1), Budaya organisasi (X2), Motivasi (X3) terhadap
variabel dependen yaitu kinerja keuangan. Pada penelitian ini yang menjadi objek adalah PT.
Swabina Gatra, Gresik.
Populasi merupakan seluruh subjek dan objek dalam suatu domain dan memenuhi persyaratan
tertentu yang berkaitan dengan masalah penelitian atau seluruh unit individu sebagai bagian
penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai yang khusus di kantor Gresik yang
berjumlah 145 pegawai (Susilo, 2014).
Pemilihan responden penelitian atau pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan rumus
slovin yakni rumus untuk menghitung data dengan populasi yang besar. Dan sampel yang dihasilkan
dari perhitungan rumus slovin pada penelitian ini berjumlah 59 responden. Dalam penelitian ini
teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik probability sampling dengan jenis random
sampling. Teknik random sampling melibatkan pengambilan sampel dari suatu populasi yang
dilakukan secara acak tanpa mempertimbangkan aturan yang ada dalam populasi tersebut (Rivai
Veithzal, 2011).
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer
diperoleh dari PT. Swabina Gatra, dan data sekunder diperoleh secara tidak langsung melalui media
perantara atau instansi yang terkait. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan oleh
peneliti yaitu penyebaran kuesioner pada pegawai PT. Swabina Gatra dan observasi di PT. Swabina
Gatra, Gresik.
Dalam analisis penelitian ini peneliti menggunakan uji statistik deskriptif, uji instrument data
Vol 1, No 3 November ,2022
Vol 1, No 4 Desember, 2022
161
https://jetbis.al-makkipublisher.com/index.php/al/index
yaitu uji validitas dan uji reliabilitas. Sedangkan untuk uji hipotesisnya menggunakan uji T, uji F,
dan uji determinasi (R-Square).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan mendatangi PT. Swabina Gatra secara
langsung untuk melakukan observasi dan wawancara dengan beberapa pihak yang terkait serta
membagikan kuesioner kepada beberapa pegawai. Dan berikut ini adalah hasil dari kuesioner yang
diolah dengan SPSS (Fajrin, 2018).
A. Statistik Deskriptif Variabel
Untuk memberikan gambaran mengenai variabel-variabel penelitian yang digunakan tabel
statistic deskriptif yang menunjukkan nilai minimum, nilai maksimum, rata-rata, dan standar
deviasi dari 59 sampel penelitian yang dapat dijadikan pada tabel 1 berikut:
Tabel 1
Uji Deskriptif Statistik
Descriptive Statistics
N
Minimum
Maximum
Mean
Std.
Deviation
Gaya Kepemimpinan
59
18.00
25.00
22.2034
1.49458
Budaya Organisasi
59
17.00
24.00
20.8644
1.54761
Motivasi
59
17.00
25.00
20.5424
2.03692
Kinerja Keuangan
59
20.00
24.00
21.7966
1.03023
Valid N (listwise)
59
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa gaya kepemimpinan memiliki nilai minimum
sebesar 18.00, nilai maximum sebesar 25.00, nilai mean sebesar 22.2034 dan nilai standar deviasi
sebesar 1.49458. budaya organisasi memiliki nilai minimum 17.00, nilai maximum 24.00, nilai
mean sebesar 20.8644, dan nilai standar deviasi sebesar 1.54761. Motivasi memiliki nilai
minimum 17.00, nilai maximum sebesar 25.00, nilai mean sebesar 20.5424, dan nilai standar
deviasi sebesar 2.03692. Sedangkan kinerja keuangan memiliki nilai minimum sebesar 20.00,
nilai maximum sebesar 24.00, nilai mean sebesar 21.7966, dan nilai standar deviasi sebesar
1.03023. Hal ini menunjukkan bahwa hampir semua responden mampu mengerjakan semua soal
yang ada pada kuesioner.
B. Uji Validitas Data
Validitas pernyataan-pernyataan yang telah disiapkan dapat diukur dengan
menghubungkan setiap pernyataan dengan jumlah skor totalnya. Nilai cut off (nilai baku minimal)
adalah 0,265 (Pratisto, 2010). Maka dapat diartikan jika koefisien korelasi spearman’s rho suatu
data dalam sebuah pernyataan kuesioner sama atau lebih besar dari 0,265 maka data kuesioner
tersebut dinyatakan memenuhi kriteria atau disebut valid.
Tabel 2
Uji Validitas
Penerapan Gestionnaire Libre De Parc Informatique (Glpi) Pada
Pt.Pgas Telekomunikasi Nusantara (Pgncom)
Vol 1, No 4 December, 2022
https://jetbis.al-makkipublisher.com/index.php/al/index
162
Variabel
Nilai R hitung
Nilai R tabel
Keputusan
X1.1
0,416
0,265
Valid
X1.2
0,261
0,265
Valid
X1.3
0,415
0,265
Valid
X1.4
0,353
0,265
Valid
X1.5
0,441
0,265
Valid
X2.1
0,321
0,265
Valid
X2.2
0,474
0,265
Valid
X2.3
0,411
0,265
Valid
X2.4
0,359
0,265
Valid
X2.5
0,289
0,265
Valid
X3.1
0,482
0,265
Valid
X3.2
0,329
0,265
Valid
X3.3
0,481
0,265
Valid
X3.4
0,552
0,265
Valid
X3.5
0,341
0,265
Valid
Y1
0,377
0,265
Valid
Y2
0,326
0,265
Valid
Y3
0,299
0,265
Valid
Y4
0,356
0,265
Valid
Y5
0,334
0,265
Valid
Dari tabel 2 diatas dapat diketahui bahwa semua pernyataan kuesioner dalam variabel
independen dan dependen lebih dari 0,265 maka data kuesioner tersebut dinyatakan memenuhi
kriteria atau valid.
C. Uji Reabilitas Data
Setelah dilakukan uji validitas data, maka selanjutnya akan dilakukan pengujian reliabilitas
data. Dalam pengujian reliabilitas data digunakan metode Cronbach alpha untuk menguji
kelayakan konsistensi seluruh skala. Pada tabel 3 dapat dilihat bahwa instrumen untuk variabel
penelitian berada pada tingkat alpha yang dapat diterima yaitu diatas 0,60 (Ghazali, 2007).
Sehingga instrumen tersebut reliabel untuk digunakan.
Tabel 3
Uji Reliabilitas
Vol 1, No 3 November ,2022
Vol 1, No 4 Desember, 2022
163
https://jetbis.al-makkipublisher.com/index.php/al/index
Variabel
Cronbach Alpah
Kesimpulan
Gaya kepemimpinan
0,459
Reliabel
Budaya organisasi
0,153
Reliabel
Motivasi
0,462
Reliabel
Kinerja keuangan
0,346
Reliabel
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa variabel gaya kepemimpinan memiliki nilai
Cronbach alpha 0,459 yang berarti masih diatas 0,60. Variabel budaya organisasi memiliki nilai
Cronbach alpha 0,153 yang berarti masih diatas 0,60. Variabel motivasi memiliki nilai Cronbach
Alpah 0,462 yang berarti masih diatas 0,60. Dan variabel kinerja keuangan memiliki nilai
Cronbach alpah 0,346 yang berarti masih diatas 0,60. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semua
variabel ini sudah reliabel.
D. Uji Parsial (Uji T)
Uji parsial merupakan pengujian yang dilakukan untuk mengukur bagaimana pengaruh
masing-masing variabel bebasnya atau independen secara sendiri-sendiri terhadap variabel terikat
atau dependen yang dianggap konstan. Pada penelitian ini uji t digunakan untuk menguji
pengaruh gaya kepemimpinan, budaya organisasi dan motivasi (variabel X) terhadap kinerja
keuangan (variabel Y). Sampel yang digunakan sebanyak 59 responden, sehingga pengujian
menggunakan uji T dan tingkat signifikansi adalah 5% atau 0,05 maka diperoleh T tabel sebesar
1,674.
Tabel 4
Hasil Uji Persial
Model
Unstandardized
Coefficients
Standardized
Coefficients
T
Sig.
B
Std. Error
Beta
(Constant)
18.632
1.988
9.375
.000
1
Gaya
kepemimpinan
.142
.089
.206
1.998
.017
2
Budaya
organisasi
.175
.085
.264
2.063
.008
3
Motivasi
.069
.066
.136
1.834
.012
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa variabel gaya kepemimpinan (X1) mempunyai t
hitung 1,998 dan nilai signifikansi 0,017. T hitung > t tabel (1,998 > 1,674) dan nilai signifikansi
< 0,05 (0,017 < 0,05) maka hasil ini menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan memiliki pengaruh
positif terhadap kinerja keuangan. Variabel budaya organisasi (X2) mempunyai t hitung 2,063
dan nilai signifikansi 0,008. T hitung > t tabel (2,063 > 1,674) dan nilai signifikansi < 0,05 (0,008
< 0,05) maka hasil ini menunjukkan bahwa budaya organisasi memiliki pengaruh positif terhadap
kinerja keuangan. Sedangkan variabel motivasi (X3) mempunyai t hitung 1,834 dan nilai
signifikansi 0,012. T hitung > t tabel (1,834 > 1,674) dan nilai signifikansi < 0,05 (0,012 < 0,05)
Penerapan Gestionnaire Libre De Parc Informatique (Glpi) Pada
Pt.Pgas Telekomunikasi Nusantara (Pgncom)
Vol 1, No 4 December, 2022
https://jetbis.al-makkipublisher.com/index.php/al/index
164
maka hasil ini menunjukkan bahwa motivasi memiliki pengaruh positif terhadap kinerja
keuangan.
E. Uji Serentak (Uji F)
Uji serentak (uji f) merupakan pengujian yang dilakukan untuk melihat bagaimana
pengaruh semua variabel independen secara bersama-sama terhadap variabel dependen. Atau
untuk menguji apakah model regresi yang kita buat signifikan atau tidak signifikan. Derajat
kepercayaan yang digunakan adalah 0,05. Apabila nilai F hasil perhitungan lebih besar dari pada
nilai F menurut tabel maka hipotesis alternative menyatakan bahwa semua variabel independen
secara silmutan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.
Tabel 5
Hasil Uji F
Model
Sum of Squares
df
Mean Squares
F
Sig.
1
Regression
6.051
3
2,017
1,999
,012
Residual
55.508
55
.942
Total
61.559
58
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa nilai F hitung sebesar 1,999 dengan nilai
probabilitas (sig.) sebesar 0,012. Nilai F hitung (1,999) > F tabel (3,18) dan nilai sig lebih kecil
dari nilai probabilitas 0,05 atau nilai 0,012 < 0,05. Maka H1 diterima dan H0 ditolak, berarti
secara bersama-sama gaya kepemimpinan, budaya organisasi dan motivasi berpengaruh
signifikan terhadap kinerja keuangan.
F. Koefisien Determinasi (R Square)
Koefisien determinasi pada regresi linier sering diartikan sebagai seberapa besar
kemampuan semua variabel independen dalam menjelaskan varian dari variabel dependen.
Secara sederhana koefisien determinasi dihitung dengan mengkuadratkan koefisien korelasi.
Nilai koefisien determinasi (R Square) dapat dipakai untuk memprediksi seberapa besar
konstribusi pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dengan syarat hasil uji f dalam
analisis regresi bernilai signifikan.
Model
R
R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1
.825
.680
.549
1.00461
Dari hasil output model summary diketahui bahwa nilai koefisien determinasi (R Square)
sebesar 0,680 (nilai 0,680 adalah pengkuadratan dari koefisien korelasi atau R yaitu 0,825 x 0,825
= 0,680). Besarnya angka koefisien determinasi (R Square) 0,680 sama dengan 68,0%. Angka
tersebut mengandung arti bahwa gaya kepemimpinan, budaya organisasi dan motivasi
berpengaruh terhadap kinerja keuangan sebeesar 68,0%.
Pembahasan
Vol 1, No 3 November ,2022
Vol 1, No 4 Desember, 2022
165
https://jetbis.al-makkipublisher.com/index.php/al/index
Gaya kepemimpinan yang dimiliki oleh PT Swabina Gatra yaitu pemimpin melibatkan
konstribusi pegawai dalam setiap keputusan yang diambilnya. Dengan adanya meeting maka dapat
memberikan kesempatan bagi para pegawai agar dapat menyampaikan pendapat atau masukan-
masukan sebelum pemimpin mengambil keputusan. Pegawai dapat melihat masalah dari berbagai
sisi guna memecahkan permasalahan yang dapat memperkuat kerjasama tim antara pemimpin dan
pegawai. Budaya organisasi di PT Swabina Gatra tertanam dengan baik yakni dengan adanya sikap
yang terbentuk seperti sebuah tim dan toleransi yang sangat kuat antar para pegawai, tidak adanya
perbedaan kasta, serta hubungan yang harmonis antara pimpinan dengan pegawai melalui beberapa
kegiatan. Motivasi kerja di PT Swabina Gresik ditunjukkan dengan memberikan kebutuhan
fisiologis, jaminan kesehatan, reward, pengembangan karir atau promosi jabatan. Reward diberikan
kepada pegawai yang berprestasi dengan penambahan insentif. Perusahaan sering mengikutsertakan
pegawai dalam berbgai kegiatan pelatihan baik dari luar maupun dalam perusahaan guna
meningkatkan motivasi kerja pegawai. Dengan adanya gaya kepemimpinan yang demokratis,
budaya organisasi yang baik, serta motivasi yang baik terhadap pegawai maka akan berdampak pada
kinerja keuangan.
Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Evi Wahyuni (Evi Wahyuni,
2015) yang menyebutkan bahwa budaya organisasi dan gaya kepemimpinan berpengaruh positif
terhadap kinerja pegawai bagian keuangan organisasi sektor public. Dan penelitian yang dilakukan
oleh Ni Made Ria Satyawati (Ni Made Ria Satyawati, 2014) yang menyebutkan bahwa gaya
kepemimpinan dan budaya organisasi berpengaruh terhadap kepuasan kerja yang berdampak pada
kinerja keuangan. Hasil penelitian ini juga didukung dengan teori yang menyatakan bahwa budaya
organisasi sebagai suatu sistem makna bersama yang dianut oleh pegawai yang membedakan
organisasi tersebut dengan organisasi yang lain. Selain itu, juga didukung oleh teori bahwa gaya
kepemimpinan serta kebutuhan manusia termasuk pegawai sangat penting bagi seorang pemimpin,
karena hal tersebut sangat berkaitan dengan motivasi kerja.
Dari analisis hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat diketahui
bahwa variabel gaya kepemimpinan, budaya organisasi dan motivasi kerja berpengaruh terhadap
variabel kinerja keuangan. Hal ini dibuktikan dengan uji t dan uji f yang menunjukkan taraf
signifikansi nilai < 0,05. Uji t dari masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen,
(X1) mempunyai t hitung > t tabel (1,998 > 1,674) dan nilai signifikansi < 0,05 (0,017 < 0,05). (X2)
mempunyai t hitung > t tabel (2,063 > 1,674) dan nilai signifikansi < 0,05 (0,008 < 0,05). (X3)
mempunyai t hitung > t tabel (1,834 > 1,674) dan nilai signifikansi < 0,05 (0,012 < 0,05), maka
dapat diketahui bahwa masing-masing variabel independen gaya kepemimpinan, budaya organisasi
dan motivasi memiliki pengaruh positif terhadap variabel dependen kinerja keuangan.
Dari uji f dapat diketahui bahwa nilai F hitung sebesar 1,999 dengan nilai probabilitas (sig.)
sebesar 0,012. Nilai F hitung (1,999) > F tabel (3,18) dan nilai sig lebih kecil dari nilai probabilitas
0,05 atau nilai 0,012 < 0,05. Maka H1 diterima dan H0 ditolak, berarti secara bersama-sama gaya
kepemimpinan, budaya organisasi dan motivasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan.
Dari hasil uji determinasi koefisien atau R Square sebesar 0,680 sama dengan 68,0%, yang
berarti bahwa gaya kepemimpinan, budaya organisasi dan motivasi terhadap kinerja keuangan
berpengaruh positif dan signifikansi sebesar 0,680 yang sama dengan 68,0%. Jadi, di PT Swabina
Gatra gaya kepemimpinan, budaya organisasi dan motivasi berpengaruh terhadap kinerja keuangan
Penerapan Gestionnaire Libre De Parc Informatique (Glpi) Pada
Pt.Pgas Telekomunikasi Nusantara (Pgncom)
Vol 1, No 4 December, 2022
https://jetbis.al-makkipublisher.com/index.php/al/index
166
yang mana jika gaya kepemimpinan, budaya organisasi dan motivasi berlangsung efektif maka akan
meningkatkan kinerja keuangan dan akan memberikan pengaruh yang baik terhadap kinerja
keuangan di PT. Swabina Gatra.
KESIMPULAN
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti pada PT. Swabina Gatra dengan judul
pengaruh gaya kepemimpinan, budaya organisasi dan motivasi terhadap kinerja keuangan, maka
dapat diambil kesimpulan sebagai berikut Hasil pengujian validitas data variabel independen dan
variabel dependen menunjukkan semua pertanyaan dari variabel gaya kepemimpinan, budaya
organisasi, motivasi dan kinerja keuangan semuanya dinyatakan valid. Dan hasil pengujian
reliabilitas data masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen dinyatakan reliabel.
Setelah melakukan uji hipotesis, dapat disimpulkan bahwa variabel gaya kepemimpinan (X1)
berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel kinerja keuangan (Y). Jadi, di PT Swabina
Gatra gaya kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja keuangan yang mana jika gaya
kepemimpinan berlangsung efektif maka akan meningkatkan kinerja keuangan dan akan
memberikan pengaruh yang baik terhadap kinerja keuangan di PT. Swabina Gatra. Variabel budaya
organisasi (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel kinerja keuangan (Y). Jadi, di
PT Swabina Gatra budaya organisasi berpengaruh terhadap kinerja keuangan yang mana jika budaya
organisasi berlangsung secara aktif dan efektif maka akan meningkatkan kinerja keuangan di PT.
Swabina Gatra. Variabel motivasi (X3) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel kinerja
keuangan (Y). Jadi, dengan pemberian motivasi seperti jaminan kesehatan, reward, pembembangan
karir atau promosi jabatan. Reward diberikan kepada pegawai yang berprestasi dengan penambahan
insentif maka akan sangat berpengaruh terhadap kinerja keuangan di PT. Swabina Gatra. Variabel
gaya kepemimpinan, budaya organisasi, dan motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap
variabel kinerja keuangan. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji determinasi koefisien atau R Square
sebesar 0,680 sama dengan 68,0%, yang berarti bahwa gaya kepemimpinan, budaya organisasi dan
motivasi terhadap kinerja keuangan berpengaruh positif dan signifikansi sebesar 0,680 yang sama
dengan 68,0%. Jadi, di PT Swabina Gatra gaya kepemimpinan, budaya organisasi dan motivasi
berpengaruh terhadap kinerja keuangan yang mana jika gaya kepemimpinan, budaya organisasi dan
motivasi berlangsung efektif maka akan meningkatkan kinerja keuangan dan akan memberikan
pengaruh yang baik terhadap kinerja keuangan di PT. Swabina Gatra.
DAFTAR PUSTAKA
Albethris, Emil dan. (2018). Pengaruh Gaja Kepemimpinan, Budaya Organisasi, dan Lingkungan
Kerja terhadap Karyawan elalui Motivasi pada PDAM Tirta Mayang Kota Jambi. Jumal
Manajemen Dan Sains, 4 (2), 437451.Google Scholar
Ardana, I Komang, Ni Wayan Mujiati, dan I. Wayan Mudiartha Utama. (2011). Manajemen Sumber
Daya Manusia. Denpasar: Graha Ilmu. Google Scholar
Asnawi, Tetty. (2011). Kepemimpinan. Jambi: Hamada Prima. Google Scholar
Vol 1, No 3 November ,2022
Vol 1, No 4 Desember, 2022
167
https://jetbis.al-makkipublisher.com/index.php/al/index
Basna, Frengky. (2016). Analisis Gaya Kepemimpinan, Kepuasan Kerja, Komitmen Organisasi dan
Kompetensi terhadap Kinerja Pegawai. Jurnal Riset Bisnis Dan Manajemen, 4(3). Google
Scholar
Evi Wahyuni. (2015). Pengaruh Budaya Organisasi dan Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja
Pegawai Bagian Keuangan Organisasi Sektor Publik dengan Motivasi Kerja sebagai Variabel
Intervening. Nominal, IV. Google Scholar
Fajrin, Istiqomah Qodriani. (2018). Pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan
dengan motivasi kerja sebagai variabel intervening (Studi pada karyawan Pabrik Gula Kebon
Agung Malang). Universitas Brawijaya. Google Scholar
Ghazali, Imam. (2007). Aplikasi Analisis Multivariat dengan Program SPSS. Google Scholar
Mangkunegara, A. A. Anwar Prabu. (2009). Perencanaan dan pengembangan sumber daya
manusia. Google Scholar
Ni Made Ria Satyawati. (2014). Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Budaya Organisasi terhadap
Kepuasan Kerja yang berdampak pada Kinerja Keuangan. Akuntansi. Google Scholar
Pratisto, Arif. (2010). Cara mudah mengatasi Masalah Statistik dan Rancangan Percobaan dengan
SPSS. Google Scholar
Rivai Veithzal. (2011). Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan: dari teori ke praktik.
PT. Raja Grafindo Persada. Google Scholar
Robbins, John. (2012). Diet for a new America 25th anniversary edition: how your food choices
affect your health, your happiness, and the future of life on earth. HJ Kramer. Google Scholar
Susilo, Fajrin &. (2014). Pengaruh Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja Pegawai dengan Motivasi
Kerja sebagai variabel Intervening. Administrasi Bisnis. Google Scholar
Thoha, Miftah. (2010). Kepemimpinan dan Manajemen, Devisi Buku Perguruan Tinggi. Jakarta:,
PT. Raja Grafindo Persada. Google Scholar
Wiagustini. (2010). Dasar-dasar Manajemen Keuangan. Denpasar: Udayana University press.
Google Scholar
licensed under a
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License