Gaya kepemimpinan yang dimiliki oleh PT Swabina Gatra yaitu pemimpin melibatkan
konstribusi pegawai dalam setiap keputusan yang diambilnya. Dengan adanya meeting maka dapat
memberikan kesempatan bagi para pegawai agar dapat menyampaikan pendapat atau masukan-
masukan sebelum pemimpin mengambil keputusan. Pegawai dapat melihat masalah dari berbagai
sisi guna memecahkan permasalahan yang dapat memperkuat kerjasama tim antara pemimpin dan
pegawai. Budaya organisasi di PT Swabina Gatra tertanam dengan baik yakni dengan adanya sikap
yang terbentuk seperti sebuah tim dan toleransi yang sangat kuat antar para pegawai, tidak adanya
perbedaan kasta, serta hubungan yang harmonis antara pimpinan dengan pegawai melalui beberapa
kegiatan. Motivasi kerja di PT Swabina Gresik ditunjukkan dengan memberikan kebutuhan
fisiologis, jaminan kesehatan, reward, pengembangan karir atau promosi jabatan. Reward diberikan
kepada pegawai yang berprestasi dengan penambahan insentif. Perusahaan sering mengikutsertakan
pegawai dalam berbgai kegiatan pelatihan baik dari luar maupun dalam perusahaan guna
meningkatkan motivasi kerja pegawai. Dengan adanya gaya kepemimpinan yang demokratis,
budaya organisasi yang baik, serta motivasi yang baik terhadap pegawai maka akan berdampak pada
kinerja keuangan.
Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Evi Wahyuni (Evi Wahyuni,
2015) yang menyebutkan bahwa budaya organisasi dan gaya kepemimpinan berpengaruh positif
terhadap kinerja pegawai bagian keuangan organisasi sektor public. Dan penelitian yang dilakukan
oleh Ni Made Ria Satyawati (Ni Made Ria Satyawati, 2014) yang menyebutkan bahwa gaya
kepemimpinan dan budaya organisasi berpengaruh terhadap kepuasan kerja yang berdampak pada
kinerja keuangan. Hasil penelitian ini juga didukung dengan teori yang menyatakan bahwa budaya
organisasi sebagai suatu sistem makna bersama yang dianut oleh pegawai yang membedakan
organisasi tersebut dengan organisasi yang lain. Selain itu, juga didukung oleh teori bahwa gaya
kepemimpinan serta kebutuhan manusia termasuk pegawai sangat penting bagi seorang pemimpin,
karena hal tersebut sangat berkaitan dengan motivasi kerja.
Dari analisis hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat diketahui
bahwa variabel gaya kepemimpinan, budaya organisasi dan motivasi kerja berpengaruh terhadap
variabel kinerja keuangan. Hal ini dibuktikan dengan uji t dan uji f yang menunjukkan taraf
signifikansi nilai < 0,05. Uji t dari masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen,
(X1) mempunyai t hitung > t tabel (1,998 > 1,674) dan nilai signifikansi < 0,05 (0,017 < 0,05). (X2)
mempunyai t hitung > t tabel (2,063 > 1,674) dan nilai signifikansi < 0,05 (0,008 < 0,05). (X3)
mempunyai t hitung > t tabel (1,834 > 1,674) dan nilai signifikansi < 0,05 (0,012 < 0,05), maka
dapat diketahui bahwa masing-masing variabel independen gaya kepemimpinan, budaya organisasi
dan motivasi memiliki pengaruh positif terhadap variabel dependen kinerja keuangan.
Dari uji f dapat diketahui bahwa nilai F hitung sebesar 1,999 dengan nilai probabilitas (sig.)
sebesar 0,012. Nilai F hitung (1,999) > F tabel (3,18) dan nilai sig lebih kecil dari nilai probabilitas
0,05 atau nilai 0,012 < 0,05. Maka H1 diterima dan H0 ditolak, berarti secara bersama-sama gaya
kepemimpinan, budaya organisasi dan motivasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan.
Dari hasil uji determinasi koefisien atau R Square sebesar 0,680 sama dengan 68,0%, yang
berarti bahwa gaya kepemimpinan, budaya organisasi dan motivasi terhadap kinerja keuangan
berpengaruh positif dan signifikansi sebesar 0,680 yang sama dengan 68,0%. Jadi, di PT Swabina
Gatra gaya kepemimpinan, budaya organisasi dan motivasi berpengaruh terhadap kinerja keuangan