https://jetbis.al-makkipublisher.com/index.php/al/index
202
Jurnal Ekonomi Teknologi & Bisnis (JETBIS)
Volume 2, Number 1, Januari 2023
p-ISSN 2964-903X; e-ISSN 2962-9330
PENGARUH SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DAN PENGENDALIAN INTERNAL
TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN PADA PT. SWABINA
GATRA
Nur Afifah Awaliyah
1
, Umaimah
2
Universitas Muhammadiyah Gresik Jawa timur Indonesia
nurafifahawaliyah@gmail.com
1
, umaimah@umg.ac.id
2
ARTIKEL INFO:
Diterima:
27 Februari 2023
Direvisi:
06 Maret 2023
Disetujui:
07 Maret 2023
ABSTRAK
Salah satu pungsi kritis dilakukan oleh sistem informasi akuntasi adalah
pengendalian internal. Banyak perusahhan memiliki sistem pengendalian
internal yang kurang baik, yang dapat memungkinkan karyawan melakukan
kecurangan terhadap perusahaan. Kinerja adalah hasil dari upaya mereka, ketika
karyawan menjalankan tugas mereka sesuai dengan kewajiban mereka. Berkat
pencapaian setiap orang, organisasi dapat berkembang dan menjalankan
tugasnya dengan baik sesuai dengan tujuannya. Meningkatkan kinerja bisnis
memerlukan pemahaman tentang bagaimana pengendalian internal dan sistem
informasi keuangan mempengaruhi kinerja dan produktivitas perusahaan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti dan menilai hubungan antara
pengendalian internal dan sistem informasi akuntansi dengan kesuksesan bisnis.
Sangat penting untuk mengakui faktor-faktor yang mempengaruhi masing-
masing faktor ini. 30 karyawan PT Swabina Gatra menjadi sampel penelitian.
Metode pengujian adalah analisis regresi linear berganda, dan PT Swabina Gatra
menggunakan strategi purposive sampling. Dalam investigasi kuantitatif ini,
fakta-fakta yang terjadi pada variabel yang dipertimbangkan dijelaskan dan
disajikan menggunakan metodologi untuk analisis data deskriptif. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa sementara sistem informasi akuntansi memiliki
pengaruh positif, pengendalian internal memiliki dampak yang besar pada
kinerja perusahaan. Pengendalian internal dan sistem informasi akuntansi
termasuk dalam kategori sangat baik dari kinerja perusahaan, sesuai dengan
hasil dari respons penelitian dari responden.
Kata kunci : Company Performance, Internal Control, Sistem Informasi
Akuntansi,
ABSTARCT
One of the critical functions carried out by the accounting information system is
internal control. Many companies have subpar internal control systems, which
might allow employees to commit fraud against the company. The performance
is the result of their effort, when employees carry out their task in accordance
with their obligation. Thanks to each person's accomplishment, the organization
can develop and execute at its best in accordance with its objectives. Improving
business performance requires an understanding of how internal controls and
financial information systems affect corporate performance and productivity.
The goal of this study was to look into and assess the relationship between
internal controls and accounting information systems and business success. It's
crucial to recognize the factors that influence each of these factors. 30 employees
of PT Swabina Gatra made up the study's sample. The test method is multiple
linear regression analysis, and PT Swabina Gatra uses a purposive sampling
Vol 2, No 1 Januari 2023
Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi Dan Pengendalian
Internal Terhadap Kinerja Perusahaan Pada Pt. Swabina
Gatra
203
strategy. In this quantitative investigation, the facts that occur in the variables
under consideration are explained and presented utilizing methodologies for
descriptive data analysis. The results of the study show that while the accounting
information system has a positive effect, internal control has a substantial impact
on corporate performance. Internal control and accounting information systems
fall within the very good category of firm performance, per the results of the
research responses from respondents.
Keywords: Accounting Information System, Internal Control, Company
Performance
PENDAHULUAN
Di era globalisasi, Asean Free Trade Area (AFTA) yang telah diimplementasikan dengan
pencatatan perdagangan bebas, bergerak maju menghambat rencana implementasi perdagangan
bebas tingkat dunia pada tahun 2020. membutuhkan perdagangan dan kemampuan bersaing untuk
perusahaan. Persaingan yang lebih sengit ini dapat mencapai kinerja terbaik jika dibandingkan
dengan kinerja perusahaan lain dan tidak hanya bergantung pada kinerja yang kuat.
Kinerja merupakan ukuran keberhasilan suatu perusahaan dalam mendapat hasil terbaik dari
keinginan organisasi. Data kinerja sangat penting bagi investor dan bisnis. Kinerja juga
menunjukkan bakat tim manajemen dalam pengelolaan modal. Evaluasi kinerja dapat dilihat sebagai
pengukuran tindakan yang diambil dalam rantai nilai organisasi (Adawia and Azizah 2021).
Kinerja perusahaan terbaik dapat diidentifikasi dengan membandingkan pekerjaan karyawan
melalui standar perusahaan dikarenakan kinerja karyawan mempengaruhi persaingan organisasi.
(Sinambela 2021) mendefinisikan kinerja yakni hasil kerja yang bisa dilaksanakan individu atau
kelompok individu pada organisasi tertentu, selaras dengan tanggung jawab, serta wewenang guna
memenuhi tujuan moral perusahaan. Karena setiap karyawan itu menarik, bisnis dapat mencapai
kinerja yang optimal dan sejahtera yang sesuai dengan tujuan perusahaan.
Sistem informasi akuntansi menjadi hal yang memberi peningkatan kinerja bisnis pada era
globalisasi ini. Sistem melaksanakan proses serta menyajikan data transaksi bisnis sebagai laporan,
memberi hasil laporan keuangan yang berwawasan bagi mereka yang membutuhkannya (Dindayani
2020). Penggunaan teknologi sistem ini di perusahaan bisa memberi banyak manfaat kepada
pengguna dalam iklim perusahaan yang sangat kompetitif di mana kesuksesan bergantung pada
pengambilan keputusan yang tepat dan memiliki akses ke informasi yang akurat dan relevan.
Kemajuan teknologi digunakan di perusahaan sebagai peluang dan taktik, terutama dalam hal
penggunaan data akuntansi. Guna membentuk teknologi informasi, teknologi komputer serta
telekomunikasi digabung dengan teknologi lain layaknya peralatan telekomunikasi, teknologi
jaringan, basis data, perangkat lunak, serta perangkat keras (Suganda 2021).
Karena banyaknya saingan, bisnis harus mampu bersaing secara efektif dan mengatasi setiap
tantangan sosial yang mungkin timbul. Waktu respon yang cepat dan akurat serta standar kinerja
yang berkualitas tinggi sangat dibutuhkan saat mengirimkan informasi pada pihak bersangkutan.
Sistem ini bisa dimanfaatkan oleh individu ataupun organisasi guna menyampaikan informasi
akuntansi yang dibutuhkan (Jannatun, Masitoh, and Fajri 2021).
Manfaat teknologi informasi meliputi pemrosesan informasi dan kecepatan pemrosesan.
Organisasi yang menggunakan sistem informasi akuntansi harus memperhatikan desain sistem
karena teknik dan desain sistem informasi akuntansi yang berbeda akan menghasilkan berbagai
Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi Dan Pengendalian
Internal Terhadap Kinerja Perusahaan Pada Pt. Swabina
Gatra
Vol 2, No 1 Januari 2023
https://jetbis.al-makkipublisher.com/index.php/al/index
204
temuan analisis pada kinerja organisasi (Sumartini 2021). Penggunaan teknologi informasi
memberikan kontribusi yang signifikan dalam kecepatan pemrosesan data transaksi dan penyajian
laporan keuangan yang tepat waktu melalui tampilan laporan keuangan. Secara alami, perusahaan
membutuhkan teknologi ini untuk berfungsi dengan baik dalam jangka panjang.
Pengendalian internal ialah tugas penting yang dilakukan oleh sistem informasi akuntansi.
Efektivitas bisnis dan efektivitas karyawannya merupakan salah satu sasaran pengendalian internal.
Dengan menggunakan indikator kinerja, kolaborasi, dan akuntabilitas, pengukuran kinerja dapat
menjadi “input-process-output” (Putri and Endiana 2020).
Diperlukan pengendalian internal, supaya perusahaan public dapat berfungsi lebih baik
melalui pemanfaatan sumber daya yang berkualitas, evaluasi kerja, serta pemecahan tanggung jawab
(Saputro and Efendi 2021). Menurut (Sunarka and Bakhtiar 2019), manajemen dapat menggunakan
pengendalian internal guna memberi peningkatan kinerja serta menjaga kekayaan organisasi.
Organisasi biasanya menggunakan kontrol internal untuk memantau operasi internal dan mencegah
penyalahgunaan sistem.
Beberapa elemen penting dari sistem pengendalian internal yang sangat penting guna
pengelolaan akuntabilitas daerah yakni komunikasi, informasi, tindakan pengendalian, risiko
pengendalian, serta lingkungan pengendalian. Sistem pengendalian internal mencakup lingkungan
pengendalian, yang penting untuk operasi operasional entitas agar aman, sehat, dan dapat tumbuh
secara teratur (Karim and Mursalim 2019).
Penipuan bisnis dapat berbahaya karena lemahnya pengendalian internal dan sistem informasi
akuntansi. PT. Swabina Gatra, perusahaan swasta nasional dengan rekam jejak yang sukses dan
tergabung dalam Semen Indonesia Group, telah tumbuh menjadi perusahaan terkemuka, bereputasi,
dan bermartabat. Karena evolusi konstan dunia bisnis, perusahaan mapan harus mampu bersaing
dan lebih maju dari saingan mereka.
Menanggapi kemajuan pesat sistem teknologi informasi, bisnis memodernisasi pengendalian
internal serta sisteem informasi akuntansi. Juga, melalui banyak cabang membuat penyesuaian pada
sistem akuntansi manual mereka mengatur sistem informasi akuntansi dengan basis web. Kinerja
perusahaan serta sistem pengendalian internal di PT Swabina Gatra sama-sama terkena dampak
negatif dari pemanfaatan sistem yang kurang benar.
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat likuiditas, yaitu
kemampuan perusahaan untuk memperoleh kewajiban keuangan keuangannya yang harus segera
dipenuhi .
Melalui latar belakang data yang telah disebutkan sebelumnya, permasalahan pada studi ini
yakni: “Apakah sistem informasi akuntansi dan pengendalian internal memberi pengaruh terhadap
kinerja perusahaan pada PT. Swabina Gatra. Sedangkan tujuan studi ini yakni guna melaksanakan
uji, analisis, serta memahami variabel mana yang memberi pengaruh sistem informasi akuntansi
serta pengendalian internal terhadap kinerja perusahaan PT. Swabina Gatra. Sistem informasi
akuntansi serta pengendalian internal menjadi variable independen pada studi ini.
METODE PENELITIAN
Jenis Populasi dan Gambaran dari Populasi Penelitian
Pada studi ini memanfaatkan teknik analisis data yakni analisis linear berganda dan
Vol 2, No 1 Januari 2023
Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi Dan Pengendalian
Internal Terhadap Kinerja Perusahaan Pada Pt. Swabina
Gatra
205
menggunakan metode kuantitatif. Populasi yang digunakan yaitu staf Akuntansi dan Keuangan PT.
Swabina Gatra.
Teknik Pengambilan Sampel
Teknik pengambilan sampel yang dimanfaatkan pada studi ini yakni melalui metode purposive
sampling yakni melalui pertimbangan. Penentuan sampel dilaksanakan berlandaskan individu,
kelompok, maupun wilayah dengan kriteria tertentu yaitu karyawan finance and accounting yang
memanfaatkan sistem informasi akuntansi yang masih aktif dan mengetahui tentang pengendalian
internal di PT. Swabina Gatra. Pada studi ini yang menjadi sampel penelitian yakni 30 orang.
Dimana 30 orang tersebut adalah karyawan pada PT. Swabina Gatra.
Teknik pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yakni langkah tepat pada studi, dikarenakan tujuan utama dari studi
ini yakni memperoleh data. “Skala likert” dimanfaatkan guna melaksanakan pengukuran presepsi,
pendapat, serta sikap individu atau sekelompok individu mengenai fenomena sosial” (Sugiyono
2016). Data pada studi ini dikumpulkan memanfaatkan metode kuesioner. penyebaran kuesioner
secara elektronik pada responden yang memenuhi persyaratan kelayakan studi.
Definisi Operasional Dan Pengukuran Variabel Kinerja Perusahaan
Produktivitas dalam bisnis yakni sesuatu yang dibuat melalui waktu dan diukur dengan tolok
ukur. Tujuan mendasar dari pengukuran kinerja yakni guna memberi motivasi pekerja guna
mendapat tujuan organisasi serta menyesuaikan diri dengan norma perilaku yang sudah diberi
penetapan guna memberi hasil tindakan serta hasil yang diinginkan perusahaan (Chairany & Lestari,
2011). Lima faktor digunakan dalam penelitian sebelumnya untuk menilai seberapa baik kinerja
perusahaan: jumlah, kualitas, ketepatan waktu, dan independensi (kusiyah, nawang,2022).
Sistem informasi Akuntansi
Kegiatan individu yang memanfaatkan teknologi informasi untuk mendukung operasi dan
manajemen digabungkan untuk membentuk sistem informasi. Sistem informasi akuntansi
memainkan peran pendukung penting ketika membantu industri melakukan tugas utamanya lebih
berhasil dan efisien. Dalam analisis ini, kami menguji hubungan antara empat faktor yang terkait
dengan sistem informasi akuntansi: infrastruktur, keamanan, kualitas, serta pemanfaatan SIA
(Mauliansyah and Saputra 2019).
Pengendalian Internal
Tindakan dewan direksi, manajemen, dan karyawan semuanya berperan dalam pengendalian
internal, seperti yang dipaparkan American Institute of Certified Public Accountants (2013).
Evaluasi pengendalian internal dilakukan menggunakan lima indikator pemantauan pengendalian
internal, informasi serta komunikasi, aktivitas pengendalian, penilaian risiko, serta lingkungan
pengendalian sebagaimana direkomendasikan (Putri and Endiana 2020) .
Teknik Analisis Data Analisis Statistik Deskriptif
Menggunakan strategi analisis data deskriptif pada studi kuantitatif ini. Fakta-fakta yang ada
dalam variabel yang diteliti dijelaskan dan diklarifikasi dengan menggunakan metodologi ini.
(Sugiyono 2017) mendefinisikan analisis statistik deskriptif sebagai penggunaan statistik untuk
menelaah data dalam bentuk aslinya, tanpa berusaha menarik generalisasi atau kesimpulan yang
luas.
Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi Dan Pengendalian
Internal Terhadap Kinerja Perusahaan Pada Pt. Swabina
Gatra
Vol 2, No 1 Januari 2023
https://jetbis.al-makkipublisher.com/index.php/al/index
206
Uji Kualitas Data
Uji Validitas
Kuesioner dianggap "Valid" ketika pernyataannya dapat memberikan informasi tentang
variabel yang ingin dinilai (Sugiyono 2013). Uji Validitas ini digunakan untuk mengubah skor setiap
item menjadi skor total; jika gagal melakukannya, variabel tidak akan diselidiki lebih lanjut.
(Sugiyono 2013) menyatakan bahwa spesifikasi tersebut merupakan hasil pengujian Validitas nilai
korelasi daripada nilai krusial atau nilai body number (Sig) pada taraf signifikan 0,05 dengan one
tailed test.
Uji Reliabilitas
Derajat konsistensi dan kestabilan data atau temuan, menurut (Sugiyono 2009), “menunjukkan
bahwa reliabilitas berkaitan dengan reliabilitas.” Tujuan uji reliabilitas adalah untuk menilai
konsistensi jawaban mengenai pendapat responden. Ketika nilai Cronbach Aphareliability variabel
> 0,6, maka dianggap reliabel. Angka Cronbach Aphareability yang baik, yang mendekati
Menunjukkan hasil tes.
Uji Asumsi Klasik
Model regresi pada studi ini dilakukan uji asumsi konvensional, meliputi uji normalitas,
multikolinearitas, serta heteroskedastisitas (Ghozali 2013).
Uji Normalitas
Uji ini dilakukan guna menentukan apakah data mengikuti distribusi tipikal. Jika Anda ingin
mengetahui apakah residual Anda normal, Anda dapat menerapkan uji non-parametrik Kolmogorov-
Smirnov (uji K-S). Uji ini dilaksanakan melalui memberi perbandingan probabilitas yang dihasilkan
pada tingkat signifikansi 0,05. Bila p-value > 0,005, data mengikuti distribusi normal (Ghozali
2013).
Uji Multikolinearitas
Uji ini dilakukan guna melihat apa variabel independen dalam model regresi saling
berkorelasi satu sama lain. Ketika Nilai Toleransi > 0,1 yang sama dengan nilai Variance Inflation
Factor (VIF), diartikan tidak terjadi multikolinearitas antar variabel bebas. (Ismail and Sudarmadi
2019).
Uji Heteroskedastisitas
Uji ini dilaksanakan guna memastikan apakah asumsi baku heteroskedastisitas telah
dilanggar atau tidak, yaitu sama atau tidaknya semua varians residual dalam model regresi (Ismail
and Sudarmadi 2019). Jika probabilitasnya besar dan tingkat kepercayaan 5%, diartikan model
regresi tidak memiliki heteroskedastisitas.
Analisis Regresi Linier Berganda
(Ghozali 2013) mendefinisikan analisis regresi sebagai model analisis guna menilai
signifikansi korelasi antara dua variabel. Ketika lebih dari satu variabel independen mempengaruhi
variabel dependen, model analisis regresi berganda diterapkan, seperti dalam penyelidikan ini.
Analisis regresi linier berganda dapat dimodelkan yakni:
Ŷ= α + β1X1 + β2X2 +e
Dimana :
Ŷ = Variabel Kinerja Perusahaan
Α = Konstanta
Vol 2, No 1 Januari 2023
Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi Dan Pengendalian
Internal Terhadap Kinerja Perusahaan Pada Pt. Swabina
Gatra
207
β1 = Koefisien Regresi Sistem Informasi Akuntansi
β2 = Koefisien Regresi Pengendalian Internal
X1 = Sistem Informasi Akuntansi
X2 = Pengendalian Internal
e = Standart Eror
Uji Kelayakan Model
Uji Koefisien Determinasi (R2)
Koefisien determinasi adalah metrik sederhana guna mengevaluasi seberapa baik model
menjelaskan varian yang diamati dalam variabel dependen (R2). (Ghozali 2013). (2013:97).
(2013:97). Angka antara 0 dan 1 diberikan pada koefisien determinasi. Saat R2 mendekati nol,
signifikansi hubungan antar variabel menurun. Nilai lebih dari 0 R2 menunjukkan bahwa variabel
independen memberi pengaruh signifikan pada variabel dependen.
Uji Statistik (F)
(Ghozali 2013) menyarankan untuk memanfaatkan uji hipotesis simultan (Uji F) guna
menetralkan pengaruh variabel independen dan dependen pada variabel dependen bersamaan.
Semua kriteria berikut digunakan untuk uji F ini: Ketika nilai p > 0,05, model tidak praktis dan tidak
dapat digunakan untuk studi lebih lanjut. Jika p-value kurang dari 0,05, model tersebut masuk akal
secara statistik dan dapat digunakan dalam studi lebih lanjut (Shintia and Riduwan 2021).
Uji Parsial (t)
Uji-t dimanfaatkan guna menganalisis korelasi antara tiap variabel independen dengan
variabel dependen. (Ghozali 2013). (2013: 178). Jika nilai t estimasi analisis regresi lebih kecil dari
alpha = 5%, maka variabel independen memang memberi pengaruh variabel dependen.
RESULTS AND DISCUSSION
Gambaran Umum objek Penelitian
Karyawan bagian akuntansi dan keuangan PT Swabina Gatra menjadi subjek penelitian ini.
Purposive sampling digunakan untuk mengumpulkan sampel untuk penelitian ini. Dalam penelitian
ini, 30 responden dijadikan sampel. Salah satu lingkaran media sosial bisnis adalah tempat
disebarluaskannya temuan studi tersebut.
Deskripsi Data Penelitian
Peneliti mempekerjakan 30 responden sebagai sampel penelitian melalui penyebaran
kuesioner berdasarkan temuan penelitian mereka terhadap mereka. Kuesioner mencakup topik
termasuk jenis kelamin, usia, posisi, dan pencapaian pendidikan akhir.
Tabel 1
Deskripsi Data Penelitian
Karakteristik
Keterangan
Jumlah
Jenis Kelamin
Laki-Laki
18
Perempuan
12
Umur
20-30
6
31-40
5
41-50
12
51-60
7
Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi Dan Pengendalian
Internal Terhadap Kinerja Perusahaan Pada Pt. Swabina
Gatra
Vol 2, No 1 Januari 2023
https://jetbis.al-makkipublisher.com/index.php/al/index
208
Jabatan
Director Utama
1
Director Keuagan
1
Manager Accounting
1
Unit Manager
5
Junior Manager
1
Supervisor
8
Treasurer
1
Staff
12
Pendidikan Terakhir
SMA/SMK
3
Diploma
4
S1
21
S2
2
Sumber: Data diolah 2023
Menurut karakteristik jenis kelamin yang tercantum pada tabel di atas, terdapat 18 laki-laki
dan 12 perempuan yang menjawab. Ada sebanyak 6 responden dalam rentang usia 20-30 ketika
datang ke karakteristik usia. 5 orang dalam rentang usia 3140, hingga 12 orang dalam rentang usia
4150, dan hingga 7 orang dalam rentang usia 5160. Kualitas jabatan meliputi satu responden untuk
direktur utama, satu untuk direktur keuangan, satu untuk manajer akuntansi, lima untuk manajer
unit, satu untuk manajer yunior, delapan untuk penyelia, satu untuk bendahara, dan dua belas untuk
staf.
Hasil Analisis Statistik Deskriptif
Tabel 2
Descriptive Statistics
N
Minimum
Maximum
Mean
Std.
Deviation
Sistem Informasi
Akuntansi
30
98.00.00
130.00.00
1.140.500
1.054.451
Pengendalian
Internal
30
52.00.00
75.00.00
671.000
724.796
Kinerja Perusahaan
30
39.00.00
50.00.00
440.500
381.789
Valid N (listwise)
30
Seperti terlihat pada tabel di atas, rentang nilai yang mungkin untuk sistem informasi akuntansi
adalah dari 98,00 hingga 130,00, dengan rata-rata 114,0500 serta standar deviasi 10,54451. Kisaran
nilai yang mungkin untuk pengendalian internal adalah dari yang terendah 52,00 hingga tertinggi
75,00, dengan rata-rata 67,1000 serta standar deviasi 7,24796. Dengan kisaran 39,00 hingga 50,00
dan rata-rata 44,0500 serta standar deviasi 3,81789, kinerja perusahaan secara umum baik. Hal ini
membuktikan dimana mayoritas responden memahami pertanyaan survei.
Vol 2, No 1 Januari 2023
Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi Dan Pengendalian
Internal Terhadap Kinerja Perusahaan Pada Pt. Swabina
Gatra
209
Hasil Uji Kualitas Data
Hasil Uji Validitas
Dengan membandingkan setiap pernyataan yang disiapkan dengan skor keseluruhan,
kebenaran pernyataan dapat dievaluasi. Nilai cut-off, sering dikenal dengan nilai r tabel, adalah
0,361. (Pratisto, 2010). Jadi, dapat dikatakan bahwa data kuesioner dianggap memenuhi standar atau
dianggap sahih jika koefisien korelasi Spearman's rho dari suatu data dalam pernyataan kuesioner
sama dengan atau lebih baik dari 0,361.
Tabel 3
Hasil Uji Validitas
Variabel
Nilai R hitung
Nilai R tabel
Keputusan
X1.1
0,423
0,361
"Valid"
X1.2
0,513
0,361
"Valid"
X1.3
0,449
0,361
"Valid"
X1.4
0,571
0,361
"Valid"
X1.5
0,424
0,361
"Valid"
X1.6
0,463
0,361
"Valid"
X1.7
0,521
0,361
"Valid"
X1.8
0,652
0,361
"Valid"
X1.9
0,412
0,361
"Valid"
X1.10
0,515
0,361
"Valid"
X1.11
0,462
0,361
"Valid"
X1.12
0,551
0,361
"Valid"
X1.13
0,392
0,361
"Valid"
X1.14
0,372
0,361
"Valid"
X1.15
0,464
0,361
"Valid"
X1.16
0,563
0,361
"Valid"
X1.17
0,389
0,361
"Valid"
X1.18
0,661
0,361
"Valid"
X1.19
0,457
0,361
"Valid"
X1.20
0,511
0,361
"Valid"
X1.21
0,547
0,361
"Valid"
X1.22
0,529
0,361
"Valid"
X1.23
0,44
0,361
"Valid"
X1.24
0,521
0,361
"Valid"
X1.25
0,391
0,361
"Valid"
X1.26
0,419
0,361
"Valid"
X2.1
0,461
0,361
"Valid"
X2.2
0,488
0,361
"Valid"
X2.3
0,527
0,361
"Valid"
X2.4
0,452
0,361
"Valid"
X2.5
0,605
0,361
"Valid"
X2.6
0,442
0,361
"Valid"
X2.7
0,534
0,361
"Valid"
Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi Dan Pengendalian
Internal Terhadap Kinerja Perusahaan Pada Pt. Swabina
Gatra
Vol 2, No 1 Januari 2023
https://jetbis.al-makkipublisher.com/index.php/al/index
210
X2.8
0,615
0,361
"Valid"
X2.9
0,526
0,361
"Valid"
X2.10
0,425
0,361
"Valid"
X2.11
0,416
0,361
"Valid"
X2.12
0,382
0,361
"Valid"
X2.13
0,572
0,361
"Valid"
X2.14
0,61
0,361
"Valid"
X2.15
0,411
0,361
"Valid"
Y1
0,432
0,361
"Valid"
Y2
0,542
0,361
"Valid"
Y3
0,518
0,361
"Valid"
Y4
0,622
0,361
"Valid"
Y5
0,417
0,361
"Valid"
Y6
0,53
0,361
"Valid"
Y7
0,501
0,361
"Valid"
Y8
0,547
0,361
"Valid"
Y9
0,584
0,361
"Valid"
Y10
0,464
0,361
"Valid"
Y11
0,51
0,361
"Valid"
Data dari kuesioner dinyatakan memenuhi standar atau "Valid" karena dapat dilihat dari tabel di
atas, semua pernyataan kuesioner pada variabel independen dan dependen lebih dari 0,361.
Hasil Uji Reliabilitas
Keabsahan data pertama-tama akan diperiksa, dan baru setelah itu keandalan data akan
diperiksa. Pendekatan alpha Cronbach digunakan untuk memeriksa kelayakan konsistensi skala
penuh untuk menilai ketergantungan data. Instrumen variabel penelitian berada pada tingkat alpha
yang bisa diterima yakni > 0,6 sebagaimana bisa ditinjau pada tabel berikut. sehingga menggunakan
instrumen aman.
Tabel 4
Hasil Uji Reliabilitas
Variabel
Cronbach Alpah
Kesimpulan
Sistem Informasi Akuntansi
0,780
"Reliabel"
Pengendalian Internal
0,677
"Reliabel"
Kinerja Perusahaan
0,761
"Reliabel"
Tableaud the Variabel pengendalian internal masih mendapat skor lebih tinggi dari 0,6 dengan
alpha Cronbach 0,677. Selain itu, indikator kinerja perusahaan memiliki peringkat Cronbach alpha
sebesar 0,761 yang berarti masih di atas 0,6. Maka dari itu, bisa dikatakan dimana semua faktor ini
dapat dipercaya.
Vol 2, No 1 Januari 2023
Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi Dan Pengendalian
Internal Terhadap Kinerja Perusahaan Pada Pt. Swabina
Gatra
211
Hasil Uji Asumsi Klasik
Hasil Uji Normalitas
Normalitas data diperiksa memanfaatkan uji nonparametrik Kolmogrov-Smirnov (uji K-S).
Pada tingkat signifikansi 5%, tes ini kontras dengan probabilitas yang ditemukan. Jika tingkat
signifikansi > 0,05, data berdistribusi normal.
Tabel 5
Hasil Uji Normalitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized
Residual
N
20
Normal Parameters
a,b
Mean
.0000000
Std.
Deviation
2.31172349
Most Extreme Differences
Absolute
.110
Positive
.086
Negative
-.110
Test Statistic
.110
Asymp. Sig. (2-tailed)
.162
Berlandaskan tabel tersebut, nilai signifikansinya adalah 0,162 yang berarti >0,05 dan data di
distribusikan teratur.
Hasil Uji Multikolinearitas
Tabel 6
Hasil Uji Multikolinearitas
Coefficients
a
Model
Unstandardized
Coefficients
Standardized
Coefficients
t
Sig.
Collinearity
Statistics
B
Std.
Error
Beta
Tolerance
VIF
1
(Constant)
10.799
6.328
1.706
.106
Sistem Informasi
Akuntansi
.145
.072
.326
1.870
.079
.694
1.533
Pengendalian
Internal
.272
.103
.550
2.730
.014
.754
1.683
Variabel sistem informasi akuntansi mempunyai nilai tolerance 0,694 > 0,1 serta nilai VIF
sebesar 1.533 <10 seperti bisa ditinjau pada tabel tersebut. Sedangkan variabel pengendalian internal
mempunyai nilai VIF 1,683 <10 serta nilai tolerance 0,754 > 0,1. Maka, dapat dinyatakan dimana
tidak ada multikolinearitas antara kedua variabel.
Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi Dan Pengendalian
Internal Terhadap Kinerja Perusahaan Pada Pt. Swabina
Gatra
Vol 2, No 1 Januari 2023
https://jetbis.al-makkipublisher.com/index.php/al/index
212
Hasil Uji Heteroskedastisitas
Tabel 7
Hasil Uji Heteroskedastisitas
Coefficients
a
Model
Unstandardized
Coefficients
Standardized
Coefficients
t
Sig.
B
Std.
Error
Beta
1
(Constant)
.750
20.777
.036
.972
Sistem Informasi
Akuntansi
-.069
.238
-.091
-.292
.704
Pengendalian
Internal
.179
.339
.165
.528
.674
Seperti terlihat pada tabel di atas, baik variabel pengendalian intern (dengan nilai signifikansi
0,674) maupun variabel sistem informasi akuntansi (dengan nilai signifikansi 0,704) memiliki nilai
> 0,05. Tidak ada heteroskedastisitas yang ditemukan dalam menilai variabel independen penelitian,
demikian klaimnya.
Hasil Analisis Regresi Linier Berganda
Tabel 8
Hasil Analisis Regresi Linier Berganda
Coefficients
a
Model
Unstandardized
Coefficients
Standardized
Coefficients
t
Sig.
B
Std.
Error
Beta
1
(Constant)
10,799
6,328
1,706
,106
Sistem Informasi
Akuntansi
,135
,072
,356
1,870
,079
Pengendalian
Internal
,282
,103
,520
2,730
,014
Berlandaskan tabel tersebut pada kolom unstandardized coefficients bagian B didapat model
persamaan moderated regression analysis yakni: Y=10,799+0,135X1+0,282X2+e
Alpha = 10,799 menunjukkan kinerja perusahaan (Y) sebesar 10,799 ketika X1 serta X2 sama
dengan nol. Kinerja perusahaan dipengaruhi oleh sistem informasi akuntansi jika 1 = 0,135 dengan
sig. 0,079 > 0,05. B2 = 0,282 yang menunjukkan bahwa jika X1 tetap maka kinerja perusahaan akan
meningkat 0,282 jika variabel sistem pengendalian intern meningkat satu satuan.
Hasil Uji Kelayakan Model
Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2)
Dalam regresi linier, koefisien determinasi dimanfaatkan guna menyatakan sejauh mana
semua variabel independen berkontribusi ketika memberi penjelasan variasi variabel dependen.
Vol 2, No 1 Januari 2023
Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi Dan Pengendalian
Internal Terhadap Kinerja Perusahaan Pada Pt. Swabina
Gatra
213
Guna melaksanakan perhitungan koefisien determinasi, cukup kuadratkan koefisien korelasinya.
Jika hasil uji f untuk signifikansi pada analisis regresi positif, statistik R Square dapat digunakan
untuk menghitung perkiraan efek proporsional variabel independen pada variabel dependen.
Tabel 9
Hasil Uji Koefisien Determinasi (R
2
)
Model Summary
Model
R
R
Square
Adjusted
R Square
Std. Error of
the Estimate
1
.816
a
.665
.597
2.44393
Koefisien determinasi (R Square) dapat ditentukan dari hasil ringkasan model; itu setara dengan
0,665 ketika koefisien korelasi (R) dikuadratkan (0,816 x 0,816 = 0,665). Koefisien determinasi
yang dinyatakan melalui R Squared adalah 0,665 atau 66,5%. Temuan ini menunjukkan bahwa
gabungan 66,5% dari kesuksesan perusahaan dapat dikaitkan dengan pengendalian internal dan
sistem informasi akuntansinya. Sisanya 33,5% (100% -66,5%) mungkin disebabkan oleh unsur-
unsur di luar cakupan model regresi yang digunakan di sini.
Hasil Uji Signifikasi Simultan (F)
Uji simultan (atau uji f) memperkirakan seberapa besar tiap variabel independen berkontribusi
pada efek keseluruhan pada variabel dependen. Kami juga dapat menggunakan alternatif ini untuk
mengevaluasi signifikansi model regresi kami. Tingkat signifikansi 0,05 sangat membantu. Ketika
nilai F yang dihitung > nilai F yang disimpulkan dari tabel, hipotesis alternatif mengklaim dimana
semua faktor independen memiliki pengaruh yang signifikan pada variabel dependen.
Tabel 10
Hasil Uji Signifikasi Simultan (F)
ANOVA
a
Model
Sum of
Squares
Df
Mean
Square
F
Sig.
1
Regression
175.533
4
87.706
1.864
.009
Residual
101.417
25
5.773
Total
276.950
29
Seperti terlihat pada tabel tersebut, nilai F hitung adalah 1,864 melalui nilai probabilitas (sig.) 0,009.
Baik nilai sig (0,009 0,05) maupun nilai estimasi F (1,864) < taraf signifikansi 0,05. Maka dari itu,
jika H1 benar dan H0 salah, pengendalian internal serta sistem informasi akuntansi memberi
pengaruh besar pada hasil perusahaan.
Hasil Uji Parsial (t)
Uji parsial adalah analisis statistik yang melihat bagaimana setiap variabel independen
berinteraksi dengan variabel dependen tetap. Pada studi ini, kami menggunakan uji-t untuk
Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi Dan Pengendalian
Internal Terhadap Kinerja Perusahaan Pada Pt. Swabina
Gatra
Vol 2, No 1 Januari 2023
https://jetbis.al-makkipublisher.com/index.php/al/index
214
menganalisis bagaimana keberadaan pengendalian internal serta sistem informasi akuntansi
(variabel X) mempengaruhi kinerja bisnis (variabel Y). Berdasarkan penggunaan uji T test dan taraf
signifikansi 5% atau 0,05 didapatkan T tabel 1,697. Penelitian ini menggunakan ukuran sampel
sebanyak 30 orang.
Tabel 11
Hasil Uji Parsial (t)
Coefficients
a
Model
Unstandardized
Coefficients
Standardized
Coefficients
T
Sig.
B
Std.
Error
Beta
1
(Constant)
10.799
6.328
1.706
.006
Sistem Informasi
Akuntansi
.135
.072
.356
1.730
.008
Pengendalian
Internal
.282
.103
.520
2.870
.019
Variabel sistem informasi akuntansi (X1) nilai t hitungnya 1,730 serta nilai signifikansi
sebesar 0,008 seperti terlihat pada tabel tersebut. Melalui tingkat signifikansi < 0,05 serta T hitung
> t tabel (1,730 > 1,697), temuan ini membuktikan dimana sistem informasi akuntansi memberi
pengaruh menguntungkan pada kinerja bisnis. Nilai t hitung guna variabel pengendalian intern (X2)
2,870, serta tingkat signifikansinya 0,019. Temuan ini menunjukkan bahwa pengendalian internal
memiliki dampak yang menguntungkan pada kinerja perusahaan. T hitung > t tabel (2,870 > 1,697)
serta nilai signifikansi < 0,05 (0,019 0,05) mendukung kesimpulan tersebut.
Hipotesis pertama dijelaskan oleh pembahasan penelitian ini (H1). Jelas bahwa PT. Kinerja
Swabina Gatra dipengaruhi secara signifikan oleh variabel sistem informasi akuntansi. Suatu sistem
yang menghimpun, memelihara, memproses, serta menyimpan data guna pengambilan keputusan
dikenal sebagai sistem informasi akuntansi. Perusahaan akan berjuang guna menangani tindakan
melalui cara yang memberi pengaruh keadaan perusahaan tanpa adanya sistem informasi akuntansi.
Berdasarkan temuan investigasi ini, variabel sistem informasi akuntansi (X1) nilai t hitungnya 1,730
serta nilai signifikansi 0,008. Melalui tingkat signifikansi< 0,05 serta T hitung > t tabel (1,730 >
1,697), temuan ini membuktikan dimana sistem informasi akuntansi mempunyai pengaruh
menguntungkan terhadap kinerja bisnis. Temuan penelitian ini selaras dengan studi (Mauliansyah
and Saputra 2019) serta (Rossa and Evayani 2020) tentang dampak penerapan SIA terhadap kinerja
perusahaan yang menemukan bahwa penerapan sistem informasi akuntansi memberi pengaruh
signifikan. berdampak pada kinerja sebuah perusahaan.
Hasil pengujian hipotesis kedua (H2) membuktikan dimana kinerja PT Swabina Gatra
dipengaruhi secara signifikan oleh variabel pengendalian intern. Variabel pengendalian intern (X2)
memiliki nilai t hitung 2,870 serta nilai signifikansi 0,019, sesuai dengan temuan penelitian. Temuan
ini menunjukkan bahwa pengendalian internal memiliki dampak yang menguntungkan pada kinerja
perusahaan. T hitung > t tabel (2,870 > 1,697) serta nilai signifikansi <0,05 (0,019 <0,05)
Vol 2, No 1 Januari 2023
Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi Dan Pengendalian
Internal Terhadap Kinerja Perusahaan Pada Pt. Swabina
Gatra
215
mendukung kesimpulan tersebut.
PT Swabina Gatra telah menerapkan struktur organisasi yang jelas yang mencerminkan peran,
wewenang, serta tanggung jawab perusahaan guna mencapai tujuan, menurut tanggapan responden
penelitian tentang pengendalian internal dalam kategori sangat baik. Studi ini sejalan dengan temuan
yang diteliti oleh (Rossa and Evayani 2020). (Putri and Endiana 2020) Kinerja perusahaan
dipengaruhi secara signifikan oleh pengendalian internal. Hal ini membuktikan dimana
pengendalian intern perusahaan cukup efektif untuk mempengaruhi kinerja perusahaan.
KESIMPULAN
Variabel sistem informasi akuntansi serta pengendalian intern memberi pengaruh positif serta
signifikan terhadap kinerja perusahaan, sesuai dengan hasil analisis dan pembahasan. Menurut temuan
jawaban penelitian dari responden, pengendalian intern serta sistem informasi akuntansi termasuk kategori
kinerja perusahaan sangat baik. Untuk memungkinkan peneliti selanjutnya menambahkan lebih banyak
variabel, penelitian ini hanya mencakup dua variabel independen. Agar PT Swabina Gatra dapat
mempertahankan pengendalian internal serta sistem informasi akuntansi yang sudah dikembangkan
serta diterapkan, sehingga bisnis dapat berjalan dengan baik dan mencapai tujuannya. Karena hanya
ada satu objek, objek tersebut harus diperluas untuk mencakup lebih dari satu perusahaan yang mana
bisa diberi perbandingan serta digunakan untuk menggambarkan keseluruhan situasi.
DAFTAR PUSTAKA
Adawia, Popon Rabia, And Ayu Azizah. 2021. “Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi Terhadap
Kinerja Keuangan.” Pp. 670–77 In Forum Ekonomi. Vol. 23. Google Scholar
Dindayani, Nadya. 2020. “Analisis Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Tunai Dalam Menunjang
Efektivitas Dan Efisiensi Sistem Pengendalian Intern Pada Pt Optik Tunggal Sempurna Cabang
Mall Ratu Indah.” Economics Bosowa 5(003):17285. Google Scholar
Ghozali, Imam. 2013. “Aplikasi Analisis Multivariate Lanjutan Dengan Program Ibm Spss 21.”
Semarang: Badan Penerbit Universitas Dipenogoro. Google Scholar
Ismail, Fitriani F., And D. Sudarmadi. 2019. “The Effect Of Accounting Information Systems And
Internal Controls On Employee Performance Of Pt. Persada Element Concrete.” Journal Of
Accounting, Auditing And Accounting Information Systems 3. Google Scholar
Jannatun, Aghlul, Endang Masitoh, And Rosa Nikmatul Fajri. 2021. “Pengaruh Penerapan Sistem
Informasi Akuntansi Dan Integritas Terhadap Kinerja Karyawan.” Ekonomis: Journal Of
Economics And Business 5(1):26065. Google Scholar
Karim, Rusdi Abdul, And Mursalim Mursalim. 2019. “Pengaruh Akuntabilitas, Transparansi Dan
Sistem Pengendalian Intern Terhadap Kinerja Keuangan.” Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi
2(1):3949. Google Scholar
Mauliansyah, T. Irzal Rizki, And Mulia Saputra. 2019. “Pengaruh Penerapan Sistem Informasi
Akuntansi (Sia) Terhadap Kinerja Perusahaan (Studi Empiris Pada Umkm Di Kota Banda
Aceh).” Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Akuntansi 4(4):60212. Google Scholar
Putri, Putu Ayu Yohana, And I. Dewa Made Endiana. 2020. “Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi
Dan Sistem Pengendalian Internal Terhadap Kinerja Perusahaan (Studi Kasus Pada Koperasi
Di Kecamatan Payangan).” Krisna: Kumpulan Riset Akuntansi 11(2):17989. Google Scholar
Rossa, Rossa, And Evayani Evayani. 2020. “Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi Dan
Pengendalian Internal Terhadap Kinerja Perusahaan (Studi Pada Perusahaan Manufaktur Di
Aceh Barat).” Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Akuntansi 5(2):24956. Google Scholar
Saputro, Gito, And David Efendi. 2021. “Pengaruh Pengendalian Internal Dan Prinsip-Prinsip Good
Governance Terhadap Kinerja Pegawai Kecamatan Tambaksari.” Jurnal Ilmu Dan Riset
Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi Dan Pengendalian
Internal Terhadap Kinerja Perusahaan Pada Pt. Swabina
Gatra
Vol 2, No 1 Januari 2023
https://jetbis.al-makkipublisher.com/index.php/al/index
216
Akuntansi (Jira) 10(9). Google Scholar
Shintia, Indriani Rahma, And Akhmad Riduwan. 2021. “Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi,
Motivasi Kerja Dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Terhadap Kinerja Karyawan.” Jurnal
Ilmu Dan Riset Akuntansi (Jira) 10(3). Google Scholar
Sinambela, Lijan Poltak. 2021. Manajemen Sumber Daya Manusia: Membangun Tim Kerja Yang
Solid Untuk Meningkatkan Kinerja. Bumi Aksara. Google Scholar
Suganda, Ugan. 2021. “Pengaruh Teknologi Informasi Dan Sistem Informasi Akuntansi Manajemen
Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan.” Jurnal Ilmiah Mea (Manajemen, Ekonomi, &
Akuntansi) 5(1):15961615. Google Scholar
Sugiyono, Dr. 2013. “Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D.”
Google Scholar
Sugiyono, P. D. 2017. “Metode Penelitian Bisnis: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Kombinasi,
Dan R&D.” Penerbit Cv. Alfabeta: Bandung 225:87. Google Scholar
Sugiyono, Prof. 2016. “Dr.(2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D.” Alfabeta,
Cv. Google Scholar
Sugiyono, Prof Dr. 2009. “Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R &D, Alfabeta.” Denzin,
Nk, & Lincoln, S. Yvonna. Google Scholar
Sumartini, Bibit. 2021. Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi Terhadap Kinerja Keuangan Pada
Kantor Balai Desa Karangkembang.” Jurnal Pendidikan Tambusai 5(3):856879. Google
Scholar
Sunarka, Puji Setya, And M. Rifki Bakhtiar. 2019. “Pengaruh Penerapan Sistem Informasi
Akuntansi, Pengendalian Internal, Kompleksitas Tugas, Dan Budaya Organisasi Terhadap
Kinerja Karyawan.” Jurnal Ilmiah Aset 21(1):5362. Google Scholar
licensed under a
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License